Kesempurnaan Duplikat Aprilia FV2 Concept

Kompas.com - 04/09/2008, 07:16 WIB
Editor

Di Italia, motor Aprilia FV2 masih berupa konsep. Namun markas Aprilia Style Studio Miguel Galluzzi pasti kaget melihat  motor konsep mereka ada di Indonesia. Duplikat itu dari Honda Tiger 2001 milik Heri Saifullah yang dibikin oleh Dave Motor Concept (DMC) Sawangan, Depok. Perfecto kata orang negeri Pizza itu.

Hal positif yang ditiru Wardoyo dari motor konsep ini tidak hanya desain. Lihat saja corong di samping bawah tangki. “Lubang itu berfungsi sebagai jalur udara ke mesin, sehingga dapur pacu nggak bakal panas,” kata builder bertubuh tegap ini.
 
Lubang ini tentunya juga tidak dibiarkan terbuka begitu saja. Tapi menggunakan lubang kecil seperti kawat nyamuk. “Kawat berfungsi untuk melindungi kotoran masuk, seperti kerikil,” lanjut pria ramah ini.

Bentuk tangki juga masih mengadopsi FV2. Desain seperti ini tidak hanya sekadar enak dilihat, tapi juga nyaman dikendarai. Tentu saja untuk mendapatkan harmonisasi bentuk seperti ini bukanlah perkara mudah, meski mengambil inspirasi dari motor konsep.

Point of interest atau titik pusat perhatian lain di Tiger ini yang layak diacungi jempol ada pada harmonisasi warna. Pilihannya eye catching dengan pembagian warna yang serasi. Misalnya kelir deltabox. “Kalau ngikutin aslinya, deltabox itu berkelir hitam, tapi dirasa nggak cocok di motor ini,” cuap ayah dari Aldi Wirya yang masih berumur 9 bulan ini.

Makanya Deltabox menggunakan kelir silver atau perak. Tampilannya terang bikin lekukkannya lebih terlihat dibanding warna gelap. Tentu saja sebagai seorang ahli ketok pelat, sedikit tonjolan akan semakin memperlihatkan skill yang dimilikinya. “Selain itu juga, kelir rangka ikut menyesuaikan warna swing arm,” tambah pria 28 tahun ini.

Jurus pintar ini memang terkesan masalah kecil padahal pengaruhnya besar lho, dan DMC berhasil membuktikan itu. (Nurfil)

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X