Salin Artikel

Transmisi DCT Mudah Panas, Kia Sebut Seltos Tak Ada Masalah

JAKARTA, KOMPAS.com - Kia Seltos resmi menjadi SUV perdana Kia di Indonesia setelah berada di bawah naungan PT Kreta Indo Artha (KIA).

Mobil yang didatangkan langsung dari India ini, memiliki beberapa fitur modern untuk berkompetisi di segmen kompak SUV.

Contohnya adalah mesin 1.400 turbo yang cukup bertenga. Tapi sayangnya, banyak yang menganggap apa yang ditawarkan Seltos terasa tanggung, pasalnya sistem perpindahan gigi masih menggunakan dual clutch transmission atau DCT.

Seperti diketahui, beberapa mobil yang lebih dulu mengaspal di Indonesia dengan menggunakan sistem transmisi kopling ganda kerap mengalami masalah.

Salah satunya mengenai suhu yang mudah panas, apalagi bila pemakaiannya pun kasar.

Menanggapi soal ini, Product Planning PT KIA Harry Yanto, menjelaskan bila hal tersebut sebenarnya tidaklah benar.

Masalah panasnya suhu pada kasus-kasus sebelumnya lebih dikarenakan ketidak pahaman konsumen.

"Dulu memang menjadi masalah, tapi karena saat itu konsumen yang kurang paham teknologi dan cara pemakaiannya. Jadi saat digunakan jalan menanjak curam dan kebiasan lain yang buruk, temperatur transmisinya itu bisa panas," kata Harry dalam sesi media test drive di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jumat, (31/1/2020).

Lebih lanjut Harry menjelaskan pada dasarnya transmisi DCT memang memiliki cara kerja berbeda dengan transmisi CVT. Saat ini pun, teknologi DCT sudah mulai berkembang tak seperti DCT sebelumnya.

Karena itu, Harry menjamin bila DCT yang digunakan Seltos saat ini sudah berbeda, dalam arti dirancang tak mudah panas.

Bahkan untuk memudahkan konsumennya, pada multi information digital (MID) juga sudah disematkan informasi soal temperatur transmisi.

Dengan demikian, konsumen atau pemilik mobil bisa memantau suhu transmisi saat dalam perjalanan jauh. Namun dari hasil pengujuan internal, Harry menjelaskan soal ini pun sudah dilakukan pengujian internal dengan hasil yang cukup baik.

"Kita berikan informasin soal suhu transmisi di MID, jadi bisa dipantau. Sebenarnya bila konsumen mengerti cara pemakaiannya, masalah panas tidak akan terjadi. Seperti saat tanjakan mobil tidak perlu di tahan pakai mesin, cukup netralkan saja karena hal itu kan bikin beban mesin jadi berat bila ada kopling juga terjadi gesekan yang panas," ujar Harry.

"Saya bersama beberapa tim pernah tes Seltos juga, itu sampai tingkat temperatur transmisi naik lumayan tinggi masih aman. Nah, bila sampai suhu sudah terlalu panas, penanganannya mudah, cukup berhentikan mobil tapi jangan matikan mesin, karena dengan mesin tetap menyala akan terjadi proses pendinginan otomatis," kata dia.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/02/02/090514915/transmisi-dct-mudah-panas-kia-sebut-seltos-tak-ada-masalah

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.