Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mobil Bekas Ford Anjlok karena Konsumen Panik

Kompas.com - 27/11/2016, 09:31 WIB
Febri Ardani Saragih

Penulis

Jakarta, KompasOtomotif — Bagai sambaran petir, pernyataan resmi penghentian operasional Ford Motor Indonesia (FMI) pada Januari lalu berdampak pada banyak hal. Salah satunya melabrak harga jual mobil bekas (mobkas) karena aktivitas panik jual mobil dari para pemilik.

Menurut pengakuan anggota salah satu komunitas Ford, Focus Titanium 2013 sempat hanya dihargai Rp 180 juta tahun ini. Padahal, saat masih baru, varian tertinggi itu dilego sampai Rp 360 juta.

Kesaksian lain, harga mobkas Fiesta produksi 2012 melorot sampai Rp 80 juta. Turun jauh dari harga baru sekitar Rp 170 juta.

Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

Presiden direktur salah satu bekas perusahaan diler Ford, Auto Kencana Group, mengatakan, kondisi demikian digambarkan sebagai bentuk kepanikan konsumen. Saat itu situasinya tidak jelas karena komunikasi FMI secara tiba-tiba menyatakan ingin angkat kaki, disusul jeda kosong tanpa kepastian purnajual.

“Waktu Ford masih eksis di sini, mobil kami yang umurnya masih tiga tahun ke bawah memang kalah sama mobil Jepang. Tapi mobkas tiga tahun ke atas kami menang, resale value kami masih lebih tinggi,” ucap Andee, menanggapi keluhan komunitas Ford di Jakarta, Sabtu (26/11/2016).

Andee menuturkan, lebih baik konsumen mempertahankan mobil Ford karena garansi, suku cadang, dan perawatan berkala sudah dijamin RMA Group yang meneruskan aktivitas FMI untuk urusan purnajual. Mobil Ford dikatakan bakal langka yang ujungnya bisa meningkatkan nilai kalau dijual bekas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Perjuangan Petugas Penyelamat Gempa Myanmar, Bertaruh Nyawa di Bangunan Miring dan Ambruk
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau