2010, Omzet Penjualan Sepeda Motor Nasional Mencapai Rp 65 Triliun
Selasa, 24/11/2009 | 07:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai pemasukan atau omzet produksi industri sepeda motor nasional pada 2010 diperkirakan akan mencapai Rp 65,27 triliun yang diperoleh dari target penjualan domestik 6,3 juta unit dan ekspor 64.000 unit. Peningkatan pemasukan itu karena penjualan pasar domestik naik sehubungan membaiknya perekonomian nasional.

Gunadi Sindhuwinata, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), menjelaskan, siklus tahunan rata-rata pasar otomotif nasional naik dua kali lipat dari target pertumbuhan ekonomi nasional. Kalau tahun depan pemerintah mematok pertumbuhan 6 persen, maka pasar otomotif berpotensi naik 12 persen.

“Berdasarkan kinerja pada kuartal terakhir tahun ini, penjualan pada 2010 bisa menembus 6 juta unit atau  minimal  naik 10 persen dibanding target tahun ini 5,6-5,8 juta unit,” ujar Gunadi di Jakarta, Selasa (24/11).

Mengacu data AISI, total produksi motor nasional Januari-Oktober 2009 mencapai 4.787.757 unit. Hasil itu diperoleh dari lima merek, yaitu Honda 2.201.147 unit, Yamaha 2.176.757 unit, Suzuki 358.352 unit, Kawasaki 50.026 unit, dan Kanzen 1.812 unit.

Gunadi menjelaskan, jika harga sepeda motor rata-rata Rp 10 juta per unit, maka omzet sepeda motor tahun depan bisa mencapai Rp 63 triliun. Ternyata, saat ini beberapa sepeda motor harganya di atas Rp 15 juta. Namun, porsinya tidak terlalu besar.

Penjualan motor nasional sampai Oktober 2009 mengalami penurunan 11,4 persen, 4,753 juta unit dibanding periode sama tahun lalu 5,319 juta unit. Krisis finansial global awal tahun sempat mengeringkan dana likuiditas perusahaan pembiayaan (leasing). Akibatnya, pasar menyusut. Saat ini 80 persen pembelian motor baru di Indonesia dilakukan dengan cara kredit.

Target Omzet dari Industri Sepeda Motor Nasional (dalam Triliun Rupiah)

Tahun
Omzet
2010
65,27
2015
70,314
2020
75,748
2025
75,748
Sumber :  Depperin

AGK
http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
Danang @ Selasa, 12 Januari 2010 | 13:13 WIB
Yah mending banyak motor dari pada mobil. Bikin jalan gak karuan. 1 mobil = 5 motor, bagaimana jalanan gak macet. Pajakin gede tuh mobil, b iar pada pindah pake angkot.
supir @ Selasa, 24 November 2009 | 08:12 WIB
Wah makin penuh dong jalanan ama motor, sekarang aja stres ngeliatin kelakuan pengendara motor di jalan. Naek trotoar lah, serempet kanan kiri kaya jalan punya bapak moyangnya aja.. Seharusnya pemerintah mengendalikan jumlah motor, bukannya malah menggenjot pajak dari industri motor nasional
afganhediansyah @ Selasa, 24 November 2009 | 07:55 WIB
Betul sih hasilnya lumayan tapi kl bisa hasil pajaknya jangan disikat oknum pegawai pajak.....................motto " ORANG BIJAK TAAT JUJUR " (demi dunia dan akhirat)
3 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort