Parkir Otomatis Cepat dan Aman dengan Sensor "Ultrasound"
Alat pembatu parkir dengan menggunakan sensor ultrasound.
Artikel Terkait...:
Selasa, 17/11/2009 | 07:12 WIB

KOMPAS.com — Salah satu masalah yang cukup memusingkan pengemudi mobil adalah parkir di ruang sempit. Makin sulit lagi, ruang parkir yang tersedia itu punya posisi tegak lurus terhadap mobil. Tambah repot lagi, tukang parkir yang diharapkan bisa membantu memberikan aba-aba, teriakan, dan kode juga tidak ada! Bisa stres!

Sebenarnya, sejak 2008, produsen mobil sudah mulai melengkapi produknya dengan teknologi yang disebut parking assist atau asisten parkir. Namun kini, kendaraan dipercanggih dengan menggunakan sensor ultrasound untuk memantau obyek yang tidak terlihat atau blind spot. Demikian dilaporkan oleh Bosch dari Jerman.

Mencegah senggolan
Dengan sensor ultrasound, kemampuan kerja asisten parkir lebih hebat lagi. Sensor itu memberikan kenyamanan kepada pengemudi dan proses parkir jadi lebih cepat.

“Fungsinya makin menyenangkan karena sangat membantu pengemudi memarkir mobil dengan mudah pada ruang parkir yang sangat terbatas, terutama ruang dengan sudut siku. Di samping itu, juga ada tambahan berupa sistem peringatan untuk mencegah tabrakan samping. Asisten parkir ini tidak hanya membantu parkir, tetapi juga keluar dari tempat parkir,” ungkap Dr Rainer Kallenbach, Executive Vice-President Sales of the Bosch Automotive Electronic Division.

Ia menambahkan, Bosch fokus menciptakan “organ pengindra” ini agar pengemudi tidak stres lagi saat parkir. Di samping itu, alat ini juga membantu kelancaran lalu lintas, terutama tempat-tempat parkir. “Dengan asisten parkir, proses parkir dan keluar dari tempat parkir jadi lebih cepat. Hal ini juga mencegah kemungkinan bodi mobil lecet karena menyenggol obyek atau mobil lain,” tambah Kallenbach.

"Power steering" listrik
Saat ini, asisten parkir semi-otomatis hanya digunakan pada mobil dengan power steering listrik. Sistem hanya bekerja dengan membantu memutar setir. Adapun pengemudi masih harus mengontrol dan mengoperasikan pedal gas dan rem.

Nantinya, sistem akan dikembangkan bersama Park Steering Information. Dengan cara ini, pengemudi bisa memperoleh gerakan maksimum yang bisa dilakukan saat parkir. Malah, sistem akan digunakan pada mobil yang masih menggunakan power steering hidraulis.

Lebih canggih lagi, asisten parkir membantu pengemudi keluar dari ruang parkir. Teknologi tersebut menggerakkan roda kemudi, sedangkan pengemudi hanya menginjak pedal gas untuk keluar dari tempat parkir. Sistem akan membatalkan kerjanya jika pengemudi memegang setir dan menekan pedal rem.

Sensor ultrasound ini sebenarnya sudah digunakan pada asisten parkir paralel. Namun, para insinyur belum puas dengan fitur atau kemampuan kerja asisten parkir tersebut. Mereka menginginkan, asisten parkir bisa diterapkan membantu pengemudi parkir di ruang yang sempit dan posisi yang sulit.

“Untuk parkir di ruang yang sempit harus berbelok patah, harus menggunakan sensor ultrasound dengan rentang kerja yang lebih panjang. Sensor harus bisa mengukur kedalaman ruang dengan rentang lebih panjang dan presisi,” beber Kallenbach.

Otomatis penuh
Ia juga menjelaskan, dengan penggunaan sensor ultrasound, teknologi dan kerja asisten parkir telah mengalami kemajuan yang sangat berarti dibandingkan versi sebelumnya. Pasalnya, kini tinggal selangkah lagi menuju teknologi yang juga sangat ditunggu para produsen mobil, yaitu asisten parkir otomatis yang bersifat sepenuhnya. Pada sistem ini, tidak hanya setir yang digerakkan oleh asisten parkir, tetapi juga pedal gas dan rem. Sementara itu, pengemudi hanya mengawasi gerakan mobil.

Aplikasi lain dari sensor ultrasound adalah Side Distance Warning, yang segera diproduksi oleh Bosch. Teknologi ini dimanfaatkan agar bagian samping mobil tidak menyenggol obyek atau mobil lain yang sedang parkir.

Teknologi asisten parkir berawal dari pilot parkir sederhana yang dikembangkan pada 2006. Ia bertugas memberikan informasi kepada pengemudi agar tidak menabrak atau menyenggol mobil lain atau obyek di sekitarnya. Mobil pertama yang menggunakan teknologi ini adalah Citroen C4 Picasso yang digunakan untuk mengukur panjangnya ruang parkir.


ZBJ
http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
aan fummi @ Kamis, 26 November 2009 | 11:53 WIB
masih banyak wilayah Indonesia yang kalo parkir Rp. 1000,- dah bisa parkir dengan cukup aman..
DODGE @ Senin, 23 November 2009 | 16:21 WIB
Sensor parkir memang banyak membantu akan tetapi itu semua tergantung pengemudinya, pernah saya lihat ada seseorang parkir mobilnya sdh dilengkapi parking assist saat mobil tsb mundur alarm parkir sdh mendeteksi dan saat mendekati jarak sangat dekat dgn mobil lainnya alarm semakin panjang bunyinya tapi hal itu diabaiakan oleh pengemudinya dan terjadilah benturan "craack", tanpa merasa dosa pengemudi tsb langsung pergi dgn tdk melihat tingkat kerusakan mobil orang lain
suyatman @ Senin, 23 November 2009 | 14:53 WIB
kapan nyampai di indo
pentol @ Kamis, 19 November 2009 | 08:19 WIB
@aridian, ralat, benarnya juru parkir masih banyak, cuma kebanyakan mereka dateng pas kita uda kuar dari parkiran, waktu kita masuk mereka ga nongol sama sekali (aka. cuma mau duitnya aja)
Aridian @ Selasa, 17 November 2009 | 13:33 WIB
Di Indonesia masih banyak orang yang bersedia jadi juru parkir dengan bayaran murah, alat ini kurang bermanfaat.
6 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort