Mercedes: Kami Tak Punya Rencana "Ceraikan" McLaren
Rabu, 16/9/2009 | 10:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mercedes-Benz tidak memiliki rencana untuk mengakhiri hubungannya dengan tim McLaren Formula 1 menyusul keinginannya membeli Brawn GP. Meskipun demikian, pabrikan mobil Jerman ini mengatakan bahwa rekanannya dengan tim yang bermarkas di Woking tersebut akan berubah.

Memang, Mercedes-Benz telah sepakat dengan rencana tiga tahun untuk membeli sebagian besar saham tim Brawn GP. Namun, sampai sekarang pabrik mobil yang bermarkas di Stuttgart tersebut belum menandatangani kontrak akhirnya.

Apa yang akan dilakukan Mercedes itu menimbulkan "kekacauan" tentang hubungan masa depannya dengan McLaren meskipun bos Daimler, Dieter Zetsche, mengatakan bahwa perusahaannya tidak punya rencana untuk "menceraikan" McLaren. Pasalnya, mereka terikat hubungan eksklusif sampai akhir musim 2011.

"Mengakhiri hubungan bukanlah sebuah pilihan, tetapi kami mungkin memiliki sebuah hubungan yang berbeda," tutur Zetsche kepada autocar.co.uk.

Dia menambahkan, masa depan hubungan mereka tergantung kepada seberapa besar biaya F1 untuk tahun-tahun mendatang.

"Kami (Mercedes) ingin melihat secara signifikan anggaran biaya yang lebih rendah di F1 dan perubahan dari regulasi," kata Zetsche.

Namun, spekulasi yang muncul, perpindahan ini tampaknya membuat McLaren harus membuat pilihan hanya menjadi customer Mercedes-Benz untuk musim 2012 (dan seterusnya) atau pergi dan mencari "pasangan" baru dengan pabrikan lain.


LOU
Sumber : autosport
http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
Tio @ Kamis, 17 September 2009 | 21:44 WIB
Ohhhh jangan sampe dah,,,,,,,,,, kecewa berat gw ama mercedez kalo ampe cerai. T_T Mobil silver keren gtu masa dganti sama ijo putih sih?? kan gk sebanding.
1 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort