
|
Proton Saga 1.3L Cocok untuk Anak Muda
Senin, 27/4/2009 | 10:00 WIB
KOMPAS.com — Anda punya uang sekitar Rp 125 juta dan ingin punya mobil baru. Dana yang tanggung jika ingin membawa pulang kendaraan populer, katakanlah mini-MPV, seperti Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia. Akan jauh dari harapan lagi, seumpama Anda mengincar sedan hatchback New Honda Jazz, Toyota Yaris, atau Suzuki Swift. Enggak usah gusar, masih ada pilihan kalau tetap ingin sedan, yakni Proton Saga dari Malaysia yang mengusung konsep retro car. Itu terutama bagian dalamnya, sedangkan eksterior tampak modern dengan gril dan airdam bercorak sarang lebah. Dengan demikian, sedan negeri jiran ini tampil lebih sportif. Interior yang berbau retro tidak seluruhnya. Seperti desain jok yang semi-bucket, tak cuma tubuh bisa ditopang dengan sempurna, buat perjalanan jarak jauh pun badan tidak cepat pegal lantaran busa sangat empuk. Hanya, ketika hendak mengoperasikan audio, badan dibuat sedikit menunduk alias lepas dari sandaran karena penempatan head unit agak ke bawah di konsol tengah. Trus, paket electric window pun hanya ada di bagian pengemudi. Selebihnya masih menggunakan tuas dengan sistem putar. Ya, untuk sebuah sedan seharga Rp 115 juta dengan perlengkapan seperti itu adalah masuk akal. Bahkan, kaca spion sudah elektrik, sebagai perlengkapan standar. Saat dites, performa mesin berkapasitas 1.332 cc (1.3L) bisa sedikit dibanggakan. Meski tanpa dilengkapi teknologi pengatur waktu bukaan katup dan lebih mempercayai pada variable intake manifold, toh untuk akselerasi 0-100 km/jam bisa ditembus 11,57 detik. Padahal, pabrik mengklaim 13 detik. Begitu juga kecepatan maksimum yang dipatok 160 km/jam. Dari hasil tes bisa menembus 180 km/jam. Untuk konsumsi bahan bakar, Proton yang diajak melewati rute kombinasi mampu mencatat 10,97 km/liter, sedangkan rute tol dicapai 16,12 km/liter. Ekonomisnya mesin Proton ini karena menggunakan teknologi throttle by wire. Dengan tenaga maksimum 94 dk dan bobot kendaraan 1.035 kg, perbandingan gigi transmisi dibuat agak 'kasar'. Saat melaju 100 km/jam, takometer menunjukkan angka 3.300 rpm. Sedikit mengejutkan, akurasi kemudi tajam dan mobil mampu dikendalikan dengan mudah saat mengalami gejala selip di jalan berkelok-kelok. Begitu pula dengan bantingan suspensi, mobil ini begitu mantap dikendarai. (Dhany Ekasaputra) komentar anda
drd @ Senin, 4 Januari 2010 | 13:16 WIB cih...makasi. tak perlu apalagi pabrikan mobil dri negara yang ga penting. arif rahman @ Kamis, 9 Juli 2009 | 12:35 WIB Saudaraku pecinta indonesia Izinkan saya memberikan testimoni atas pemakaian produk ini. alasan saya memilih ini karena : 1. kemampuan finansial 2. review spesifikasi berdasarkan data di pasar singapura. Dari hasil pemakaian (sudah 5000 km) saya mendapati beberapa hal : 1. Suspensi lumayan enak (tdk kalah dgn prdk jepang (sblmnya saya pakai baleno 1996) 2. kecepatan,bisa digenjot sampai 160 km/jam (tol jkt merak) dan stabil. 3. bensin 1:(9-10)km dlm kota non tol Itu aja dulu LOVE INDONESIA @ Rabu, 1 Juli 2009 | 14:40 WIB boikot produk malingsya,,,, yoenk @ Minggu, 21 Juni 2009 | 15:23 WIB klo gw mending beli 2nd jepang daripada beli mobil dari negara sombong and ga tau diri itu... ihin @ Senin, 15 Juni 2009 | 11:22 WIB kalo aku sih mengharap semua rukun, toh banyak kok saudara-saudara kita yang kayaraya dan makmur di malaysia tapi tdk di ekspose ke media. bahkan mereka lupa asal mereka. yg penting peace!!! Posting komentar anda
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|