Isuzu dan Mazda akan Merumahkan 2.700 Karyawannya
Jumat, 21/11/2008 | 08:50 WIB

TOKYO, JUMAT - Tingkat pengangguran dunia sepertinya akan kembali merangsek naik. Sebab, Isuzu Motors Ltd dan Mazda Motor Corp berencana memangkas sekitar 2.700 karyawan sementaranya di Jepang. Langkah ini dilakukan menyusul kebijakan perusahaan untuk mengurangi kapasitas produksi akibat menurunnya permintaan otomotif.

Jurubicara Isuzu, Suzuki Naoki Ariizumi bilang, pihaknya akan merumahkan sekitar 1.400 pekerja sementara dan paruh waktu pada akhir tahun ini. Selain itu, Suzuki juga akan mengurangi satu shift kerja di pabrik truk Fujisawa pada bulan depan.

Sementara, Jurubicara Mazda, Toyota Tanaka mengatakan, akan mem-PHK 500 pekerja di pabrik Yamaguchi dan 800 pekerja di pabrik Hiroshima.

Penyebab lain yang juga turut mempengaruhi kinerja Isuzu dan Mazda adalah penguatan yen. Sepanjang tahun ini, yen sudah mengalami penguatan sebesar 17% terhadap dolar dan 36% terhadap euro. Tentunya, hal itu menggerus tingkat persaingan antar pengekspor mobil di Jepang.

Memang, saat ini, penjualan Isuzu di Thailand, yang merupakan pasar luar negeri terbesar Isuzu, anjlok 30% pada bulan Oktober. Sementara, penjualan Mazda di Eropa Barat juga merosot 12%.

“Dengan kondisi makro ekonomi yang turun drastis seperti sekarang ini, mengurangi jumlah tenaga kerja merupakan langkah yang paling mudah dan cepat untuk mengurangi beban biaya. Bahkan menurut saya, para produsen mobil juga ingin mengurangi jumlah tenaga tetapnya,” kata Hirofumi Yokoi, analis dari CSM Worldwide.

Pada pukul 12.53 waktu Tokyo(Kamis), saham Isuzu turun 12% menjadi 130 yen. Kondisi serupa juga dialami Mazda yang merosot 8,8% menjadi 166 yen.


Barratut Taqiyyah
Share on Facebook
A A A
komentar anda
Memez @ Selasa, 23 Desember 2008 | 00:47 WIB
Repotnya kalau terkena PHK ?
1 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort