Kredit Ketat Penjualan Mobil Seret
Rabu, 19/11/2008 | 16:48 WIB

 

JAKARTA, RABU-- Tingginya suku bunga kredit membuat pangsa pasar otomotif kurang bergairah. Pasalnya, hampir 70 persen sistem pembeliannya menggunakan kredit. "Suku bunga kredit tinggi jadi pelanggan susah. Dulu banyak yang mengambil kendaraan pakai kredit, karena uang muka murah. Sekarang sedikit," kata Marketing Suzuki Mobil Fatmawati Rico Ismail, di showroom Suzuki Mobil Fatmawati, Jakarta, Rabu (19/11).

Suku bunga kredit dipengaruhi oleh suku bunga bank (BI Rate). Bulan Oktober 2008 ini, Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga bank di angka 9,5 persen. Rico mengatakan tingginya suku bunga mempengaruhi penjualan mobil menengah ke bawah, seperti jenis pikab. Hal tersebut dikarenakan kalangan menengah ke bawah cenderung akan berpikir lebih lanjut karena suku bunga kredit yang ditawarkan tinggi.

Saat ini, suku bunga kredit yang ditawarkan hingga mencapai 13 persen.Biasanya, kredit mobil untuk kelas menengah ke bawah menawarkan uang muka yang rendah dibawah Rp 11 juta. Namun kini, beberapa multifinance menawarkan uang muka di atas  Rp 17 juta.

"Kalau gini, untuk menengah ke bawah tidak bisa ngangkat. Kecuali benar-benar butuh," ujarnya. Disamping itu, karena kondisi krisis keuangan global, beberapa usaha pembiayaan kredit mobil, bank dan multifinance lebih selektif untuk mengeluarkan kredit.

Hal senada juga disampaikan Deputy Manager Marketing PT Oto Multi Artha, Andre Prasetyo. Diakunya, pihaknya lebih selektif dalam memberikan kredit kepada pihak yang mengajukan kredit. Hal ini dilakukan untuk menekan kemungkinan adanya kredit macet. Permintaan masyarakat akan kredit juga turun dalam 2 bulan terakhir.

"Banyak yang ngeri melihat bunganya," kata Andre. Selain itu, lanjutnya, beberapa multifinance tidak lagi menawarkan beberapa paket murah dengan uang muka dan cicilan yang ringan.


ANI
Share on Facebook
A A A
komentar anda
Saddam @ Kamis, 20 November 2008 | 12:49 WIB
Fasilitas Kredit adalah salah satu penyebab kehancuran perekonomian masyarakat, seperti leasing kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat terutama bagi yang berpenghasilan tidak tetap dan rendah karena mereka wajib mencadangkan sesuai setoran.
santana @ Rabu, 19 November 2008 | 17:45 WIB
Jangan ambil kredit bunganya mencekik....jangan berlaku konsumtif, jamannya baru susah bentar lagi banyak PHK. Kalau BI ngak nurunkan suku bunga ya penganguran dimana-mana.
2 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort