Pembalap F1 Tes Mobil dengan Ban Slick di Barcelona
Juara dunia reli lima kali, Sebastien Loeb mencoba mobil F1 Red Bull di sirkuit Barcelona

Selasa, 18/11/2008 | 19:49 WIB

BARCELONA, SELASA – Tim-tim F1, Senin dan Selasa (17-18/11) berkumpul di sirkuit Barcelona, Spanyol melalukan uji coba terhadap mobil balap mereka yang sudah disesuaikan dengan regulasi. Karena musim kompetisi 2009, FIA memberlakukan peraturan baru. Menariknya, dalam program tes ini tampil juara dunia reli lima kali, Sebastien Loeb dan keponakan pembalap legendaris mendiang Ayrton Senna, Bruno Senna.

Regulasi baru yang akan diterapkan itu, di antaranya mobil balap kembali menggunakan ban jenis slick. Kemudian dikuranginya daya cengkeram mobil. Tujuannya, agar pembalap bisa lebih dekat menempel dan menyalip dengan mudah.

Untuk mengurangi daya cengkeram itu, mau tidak mau harus mengubah rancangan sayap belakang dan depan. Beberapa tim, seperti BMW bahkan menampilkan moncong mobil yang rata. Selain itu, beberapa tim juga menjajal teknologi KERS (Kinetic Energy Recovery System).

Dalam sesi uji coba ini, tim-tim umumnya tidak menampilkan pembalapnya secara lengkap, tapi membawa tester mereka. Seperti Ferrari dikendarai Luca Badoer dan Marc Gene, McLaren dibesut Pedro de la Rosa dan Gary Paffett, Toro Rosso Ferrari oleh Takuma Sato dan Sebastien Buemi, Renault (Nelson Piquet dan Giedo van der Garde), Honda (Alex Wurz, Lucas di Grassi dan Bruno Senna) serta Red Bull yang menampilkan Sebastien Loeb.

Dari seluruh mobil F1, tampilan BMW paling unik. Kedua pembalapnya, Robert Kubica dan Christian Klien mengendarai mobil berspek 2009 dengan rancangan sayap belakang lebih ramping.

Begitu juga dengan Williams tampil dengan mobil 2008 yang sudah dilengkapi sayap depan dan belakang model 2009. Mobil dikendarai juara A1 GP dua tahun lalu, Nico Hulkenberg. Sedang Ferrari, yang satu dengan paket aerodinamis dan satu lagi dipasang ballast untuk KERS.

Taktik serupa juga dilakoni McLaren. Pedro de la Rosa mengendarai MP4-23 yang sudah berteknologi KERS. “Sekalipun daya cengkeram dikurangi, tapi pemakaian ban slick sangat membantu. Terutama di tikungan, bagian depan mobil terasa sangat kuat, “ ujar pembalap Spanyol itu.
Selesai dari Barcelona, para pembalap melanjutkan sesi tesnya ke sirkuit Jerez.

1. Takuma Sato Toro Rosso-Ferrari 1min 20.763secs 121 laps
2. Sebastien Buemi Toro Rosso-Ferrari 1min 21.071secs 117 laps
3. Alex Wurz Honda-Honda 1min 21.198secs 77 laps
4. Pedro de la Rosa McLaren-Mercedes 1min 21.417secs 65 laps
5. Gary Paffett McLaren-Mercedes 1min 21.956secs 78 laps
6. Luca Badoer Ferrari-Ferrari 1min 22.038secs 94 laps
7. Robert Kubica BMW Sauber 1min 22.341secs 56 laps
8. Sebastien Loeb Red Bull-Renault 1min 22.503secs 82 laps
9. Nelsinho Piquet Renault-Renault 1min 22.560secs 80 laps
10. Christian Klien BMW Sauber 1min 22.883secs 53 laps
11. Nico Hulkenberg Williams-Toyota 1min 23.467secs 116 laps
12. Vitantonio Liuzzi Force India-Ferrari 1min 23.794secs 86 laps
13. Adrian Sutil Force India-Ferrari 1min 23.832secs 88 laps
14. Marc Gene Ferrari-Ferrari 1min 24.177secs 32 laps
15. Bruno Senna Honda-Honda 1min 24.343secs 39 laps
16. Giedo van der Garde Renault-Renault 1min 24.908secs 32 laps
17. Lucas di Grassi Honda-Honda 1min 25.512secs 48 laps


SBT
Share on Facebook
A A A
komentar anda
Rudolf @ Rabu, 19 November 2008 | 23:58 WIB
F1 ini hanya bolak-balik untuk masalah yg sepele termasuk masalah Ban yg digonta-ganti. Seharusnya F1 mengembangkan inovasi engineering yg dapat memberikan manfaat bagi umat manusia. Seperti Energy alternative (hydrogen/ Electric/ ethanol) yg dapat dikembangkan melalui ajang F1. Terkesan Sangat membosankan setelah mengikuti perkambangan F1 sejak tahun 80an hingga 2010. Tidak ada perkembangan berarti.
Not For Hamilton! @ Rabu, 19 November 2008 | 14:36 WIB
F1 kok jadi kebanyakan aturan ya? Emang sih tujuannuya bagus, biar antara tim papan atas dan tim papan bawah jaraknya ga terlalu jauh.... Tapi kalo kebanyakan aturan kan jadi bikin bingung para F1 mania...?
dadu @ Selasa, 18 November 2008 | 20:44 WIB
f1 kembali ke jaman dulu n jd kaya a1gp
3 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort