DETROIT, SELASA, General Motors Corp., kemaren mengumumkan akan melego habis sisa sahamnya di Suzuki Motor Corp. (SMC) berdasarkan persetujuan bersama. Meski begitu, kedua perusahaan tetap akan melanjutkan kerjasama dan ekspansi bisnis yang telah dilakukan selama ini.
GM berencana menjual 16.413.000 sahamnya di Suzuki atau sama dengan 3 persen dari total saham Suzuki dijual di bursa. Berdasarkan harga pasar saat ini, nilai saham tersebut diperkirakan US $230 juta.
GM memiliki saham di Suzuki sejak 1981. Ketika itu GM membeli sekitar 5,3% saham Suzuki. Namun saham itu kemudian dikurangi menjadi 3,5 persen. Pada 1998 GM menambah sampai 10 persen dan pada 2001 naik lagi sampai 20 persen. Namun pada 2006, GM menjual lagi sasmpai17,4 persen. Kini menjelang 2009, dilego habis karena produsen mobil nomor dua di dunia itu kekurangan likuiditas!
Meski saham GM di Suzuki tidak ada lagi nantinya, kedua perusahaan akan terus mempromosikan dan menjalankan proyek yang sedang berjalan saat ini. Termasuk pengembangan dan kerjasama teknologi maju seperti mobil hibrida dan sel bahan bakar, kerjasama membuat mobil di Kanada yang dikenal dengan CAMI, aktivitas pembelian global bersama dan kolaborasi pengembangan mesin, saling memasok kendaraan OEM serta kolaborasi menciptakan pasar baru.
“Kami sangat mengutamakan nilai hubungan strategis dengan Suzuki,” kata Rick Wagoner, Chairman dan CEO GM. “Kendati kami menjual seluruh saham di Suzuki, tindakan ini tidak mempengaruhi hubungan bisnis bilateral yang sudah kami jalankan. Kami terus berusaha membangun kesuksesan bersama untuk jangka panjang.”
Kedua perusahaan otomotif ini juga setuju akan membicarakan pembelian kembali saham Suzuki oleh GM, di masa yang akan datang.
Markas besar global GM berada di “Motor City” Detroit, dengan pabrik mobil dan truk tersebar di 34 negara. Pada 2007 GM menjual 9,37 juta mobil dan truk secara global dengan merek-merek Buick, Cadillac, Chevrolet, GMC, GM Daewoo, Holden, Hummer, Opel, Pontiac, Saab, Saturn, Vauxhall dan Wuling.
ZBJ