Grand Max Siaga Sebelum Banjir Tiba
Gran Max tes banjir
Jumat, 14/11/2008 | 23:47 WIB

JAKARTA, JUMAT – Berkenaan dengan semakin dekatnya musim hujan dan biasanya mengakibatkan jalanan banjir, mulai hari ini (14/11), Daihatsu mengundang para pemilik Gran Max untuk datang ke bengkel resminya terdekat. Tujuannya, untuk memperoleh penggantian cuma-cuma kotak saringan udara dan memberi “sealant” pada setiap sambungan saluran isap (lihat foto).

“Tidak semua Gran Max mendapatkan pergantian komponen tersebut. Hanya bagi mereka yang memiliki Gran Max keluaran Desember 2007 sampai Maret 2008,” jelas Amelia Tjandra, direktur pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Ditambahkan, program ini merupakan tanggung jawab Daihatsu sebagai produsen Gran Max. “Kami ingin memberikan layanan yang baik. Termasuk tidakan preventif menghadapi banjir yang mungkin segera tiba,” tambahnya.

Bukan “Recall
Ketika ditanyakan, apakah undangan tersebut sama dengan “recall”, Ahmad Syaufi, kepala divisi teknik servis PT ADM mengatakan, bukan. Menurutnya, recall dilakukan bila ada kerusakan atau kelainan pada komponen kendaraan yang menyangkut keamanan. Di samping itu, terjadi setiap saat dan bukan pada kondisi tertentu.

“Pada Gran Max, kasusnya terjadi bila mobil digunakan melewati banjir yang cukup tinggi. Itu pun kalau terpaksa berjalan lambat, berhenti atau stop and go. Pada kondisi biasa, tidak ada masalah,” jelasnya.

“Nah, kebetulan karena musin hujan sudah dekat, sebagai rasa tanggung jawab, kami memberi layanan khusus produksi kepada pemilik Gran Max produksi awal. Tujuannya agar para pemilik Gran Max tersebut terhindar dari kemungkinan yang tidak diinginkan. Lebih baik mencegah daripada memperbaiki. Kami akan mengganti komponen tersebut secara cuma-cuma,” tambahnya.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengganti komponen yang bisa menimbulkan masalah tersebut paling lama satu jam. Meski begitu, Daihatsu meminta pemilik Gran Max menghubungi bengkel Daihatsu terdekat lebih dulu agar bisa dilayani dengan cepat. “Kami menyediakan satu stall khusus buat program ini di setiap bengkel resmi,” tegas Ahmad Syaufi.

Water Hammer
Dijelaskan pula, komponen yang diganti itu adalah kotak atau rumah filter udara. Pada bagian bawah dari kotak ini, terdapat lubang pembuangan air bila terjadi kondensasi. “Pada Gran Max produksi awal, diameter lubangnya 4 mm. Sedangkan yang terbaru 1 mm. Karena diameternya yang besar itu, air gampang masuk ke rumah saringan. Lama-lama bisa masuk ke mesin. Inilah yang merusak mesin dan bisa saja menyebabkan 'hammer',” beber Ahmad.

Di samping mengganti kotak saringan, Daihatsu juga memperbaiki setiap sambungan saluran isap atau belalai yang menghubungkan mulut penghisap udara dengan kotak saringan. “Kami akan menambahkan sealant pada setiap sambungan sehingga air  bisa dicegah masuk ke saringan,” jelasnya.

Menurut ADM, Gran Max yang menggunakan filter udara dengan diameter lubang pembuangan lebih besar itu jumlahnya 2.226 unit yang terdiri dari minivan dan pick up. Dari jumlah tersebut, 40 persen berada di Jabodetabek yang kebetulan mulai diguyur hujan!


ZBJ
Share on Facebook
A A A
komentar anda
ippung @ Senin, 17 November 2008 | 21:27 WIB
dari dulu jakarta emang bukan kota tapi desa metropolitan ditambah lagi penduduknya tidak pernah sadar akan kebersihan. Orang udik maunya kayak orang kota buktinya setiap lebaran pada mudik. ATPM daihatsu gue beri apresiasi yang tinggi krn peduli kpd konsumennya n terus tingkatkan kepedulian anda tsb biar jualannya laku laris tmx
Grand Emak @ Senin, 17 November 2008 | 15:18 WIB
om Ben. jng cuma salahin pemerintah. Ente masih buang sampah sembarang gak ? kalo iya ente salah satu yang bikin banjir Jkt.
Ben @ Senin, 17 November 2008 | 11:22 WIB
Pemerintah oon sih, Jakarta banjir terus. Mending punya perahu aja, soalnya mana ada mobil yang tahan air, semua mobil juga pasti mogok kalo kena air tinggi. Kapan Jakarta jadi kota idaman....gak banjir gak macet..mimpi kalo yeee
anjoe @ Sabtu, 15 November 2008 | 11:06 WIB
Sepertinya daihatsu tidak belajar..? dulu sewaktu produk espass masih ada, hal yang sama juga dikeluhkan, katanya espass anti air, semoga tidak terulang lagi.
4 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort