Hery Agung, The Doctor Slalom From Indonesia
Hery Agung tak cuma sukses di slalom tapi juga reli dan balap mobil
Senin, 10/11/2008 | 05:38 WIB

Acara "Honda CS1 Two Wheel Slalom" hasil kerjasama PT. Astra Honda Motor (PT. AHM) dan otomotif group di pelataran parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu-Minggu (8-9/11) telah menampilkan Hery Agung sebagai pemenang di kelas bergengsi CS1 umum. Mantan pereli nasional dan pembalap serba-bisa ini berhak membawa pulang hadiah sepeda motor. Peslalom nasional ini membeberkan kunci sukses meraih kemenangan.

Hampir semua olahraga otomotif ditekuninya. Mulai dari gokart, balap dan reli mobil, slalom mobil dan motor, sprint reli, balap motor. Hebatnya, tak ada yang tak menghasilkan piala. Bahkan seperti reli dan slalom telah melambungkan namanya sebagai atlet nasional.

Selain sukses di sport otomotif, Hery yang asal Semarang, Jawa Tengah ini juga berhasil dalam pendidikan. Jika di arena MotoGP ada The Doctor (Valentino Rossi), di cabang slalom ini ada juga dokter, yakni Hery Agung. Bukan sekadar julukan karena kehebatannya di slalom seperti  Rossi, tapi memang asli dokter umum.

Teknik slalom motor dengan mobil tidak jauh berbeda. Karena pada dasarnya, kendaraan harus dibawa dengan lincah, melewati beberapa handicap untuk mengoleksi waktu secepat mungkin. "Intinyakan sama, kita bawa kendaraan dan finish dengan waktu tercepat. Namun jangan lupakan unsur keseimbangan, pada slalom motor," kata Hery di sela lomba yang diadakan di parkir timur Senayan, Jakarta, Minggu (9/11).

Unsur keseimbangan yang dimaksud, seperti posisi badan saat menikung harus berlawanan dengan motor. Seumpama, saat menikung ke kiri, posisi badan harus berada di kanan. Begitu juga sebaliknya. "Untuk teknik seperti itu mirip dengan teknik yang ada di motocross dan saya terapkan di sini untuk menyiasati saat menikung, supaya tidak terlalu melebar. Jadi teknik menikung seperti di road race nggak cocok diterapkan di sini, karena saya yakin hasilnya pasti akan melebar," lanjut Hery.

Selain itu, setelah melihat beberapa peserta yang mengikuti slalom motor tersebut, Hery menyimpulkan, bahwa dirinya berani menjagokan para atlet freestyler. "Namun sayangnya mereka itu kurang mempelajari soal, jadi masih banyak yang salah arah. Harusnya sebelum beraksi kita mempelajari dulu soal yang diberikan oleh panitia. Karena dalam slalom, salah arah pasti terkena penalti, berupa penambahan waktu," terang pria yang berhasil menyabet Honda CS-1 dalam gelaran tersebut.

Sedangkan untuk pengereman, titik pengereman yang baik menurut Hary adalah saat motor masih berdiri tegak sebelum menikung. "Jadi saat menikung, motor bisa kita kendalikan dengan nyaman. Tapi ketika saya melihat anak freestyle tadi ada yang berani mengerem saat menikung, dan itu berhasil, hebat. Kalau saya masih belum berani melakukannya," ucapnya.


C11 08
Share on Facebook
A A A
komentar anda
Jaqin @ Selasa, 18 November 2008 | 06:49 WIB
aslm,Her..syukurlah udh dpt segalanya,sukses di hobby dan study.. Saiki target wal akhirat,jangan lupa ibadah Her.. Balesin email ya Her...
1 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort