Suspensi "Impian" dari Bose
Perbandingan dua mobil yang sama (Lexus) dengan suspensi standar (kiri), dan Bose (kanan) saat membelok dan zig-zag.
Selasa, 7/10/2008 | 12:40 WIB

Selama ini Bose sangat dikenal sebagai pembuat sound system kelas premium. Tahun lalu, sang pendiri, Dr. Amar Bose, juga seorang ahli matematik, sudah menyiapkan dana untuk memproduksi sistem suspensi unggul. Atau selama ini boleh dibilang,“impian”, yaitu suspensi yang menyatukan kenyamanan mobil mewah dan kemantapan mobil sport.

Tidak tanggung-tanggung, untuk membuat suspensi tersebut, Bose telah menyiapkan dana sekitar US $100 juta untuk mendirikan pabrik suspensi tersebut tahun ini. Bebagai tes telah dilakukan terhadap kinerja suspensinya, termasuk daya tahan. Bose juga sudah mempersiapkan sistem modul, sehingga penggantian pada kendaraan yang ingin menggunakan set unitnya, tidak perlu melakukan modifikasi besar-besar.

Sistem Lama
Suspensi konvensional menghadapi dua masalah yang saling bertentangan: yaitu kenyamanan dan pengontrolan. Mobil mewah umumnya dirancang dengan tingkat kenyamanan lebih baik. Di lain hal, mengakibatkan pengendalian kurang mantap. Mobil seperti perahu diterjang ombak ketika diajak bermanuver. Oleng dan ajrut-ajrutan saat berrbelok cepat, direm dan tancap gas secara mendadak. Kalau aksi seperti tersebut kebanyakan,  mengakibatkan penumpang “mual”.

Sebaliknya, pada mobil sport, karakteristik utamanya adalah pengendalian yang mantap dan “cihui”. Namun, penumpang di dalamnya serasa naik gerobak. Capek deh!

Berdasarkan kondisi tersebutlah, Dr Amar Bose bersama para insinyurnya melakukan penelitian. Konon ia membutuhkan waktu 28 tahun untuk mengujudkan. Program riset telah dilakukannya sejak awal 1980. Malah ia mengaku sangat tertarik membuat suspensi mobil sejak 1950-an. Hal itu tak terlepas dari pengalamannya naik Pontiac pada 1957 dan sebelas tahun kemudian menggunaka Citroen dengan suspensi hidropneumatik.

Lima tahun dihabiskannya menganalisis kemampuan kerja suspensi secara matematik. Kesimpulannya, sistem suspensi dengan peredam bervariasi dan hidraulik adalah yang terbaik. Namun setelah lima tahun kemudian melakukan studi teoritis, mengarahkan Bose ke elektromagnetik yang kebetulan memang dekat dengan lingkungannya.

Pendekatan Bose
Pendekatan dilakukan sesuai dengan bidang keahlian Bose di dunia kelistrikan dan elektronik. Untuk itu, dibuatlah prototipe suspensi menggunakan motor elektromagentik linier dan power amplifier dengan satu set kontrol algoritma unik.

Untuk pertama kalinya, satu unit mobil diperoleh dua sifat suspensi yang selama tidak bisa disatukan, yaitu tetap nyaman setingkat mobil mewah dan mengasyikkan diajak bermanuver seperti mobil sport.

Seperti suspensi konvensional, untuk memperoleh kenyamanan, teknik yang dilakukan adalah dengan mengisolasi penumpang dari gangguan jalan, misalnya gundukan, polisi tidur atau lubang-lubang. Sistem kontrol suspensi menjaga bodi mobil tidak oleng dan ajrut-ajrutan secara berlebihan. Di samping itu juga menjaga kontak ban dengan permukaan jalan selalu optimum.

Empat Kunci
Suspensi Bose dikembangkan secara cermat berdasarkan empat komponen kunci, yaitu motor elektromagnetik linear, power amplifier, kontrol algoritma dan kecepatan penghitungan. Dalam hal ini, Bose hanya mengambil tiga kunci pertama. Yang terakhir, menurutnya diserahkan kepada industri otomotif.

Prototipe suspensi Bose sudah dipasang dan dicobakan pada mobil standar. Pengetesan dilakukan pada berbagai kondisi jalan dan trek plus tes ketahanan.

Komponen suspensi terdiri dari motor elektromagnetik dan power amplifier yang dipasang pada setiap roda, plus satu set kontrol algoritma. Kombinasi komponen peranti keras dan peranti lunak suspensi menghasilkan karakteristik yang berbeda, nyaman sekaligus mantap bermanuver.

Motor Elektromagnetik
Motor elektromagentik linier dipasang pada setiap roda. Di dalam motor elektromagnetik linear terdapat magnet dan koil berupa gulungan kawat alias spriral. Ketika arus listrik dialirkan ke spiral, motor akan bergerak, memendek dan memanjang, menciptakan gerakan antara roda dan bodi mobil.

Keunggulan elektromagentik adalah kecepatan kerjanya. Motor elektromagentik linier bereaksi cukup cepat melawan efek tendangan balik saat roda menggelinding di atas gundukan atau lubang. Inilah yang menghasilkan kenyamanan. Di samping itu, motor dirancang dengan kekuatan maksimum dan dipaket dalam ukuran kecil. Hasilnya, suspensi Bose dapat mencegah gerakan mengoleng dan ajrut-ajduran mobil selama melaju pada berbagai kondisi jalan dan situasi.

Power Amplifier
Power amplifier digunakan untuk meneruskan arus listrik ke motor dan merespon sinyal dari kontrol algoritma. Amplifier didasarkan pada teknologi penguatan “switching” yang dirintis oleh Dr Bose pada MIT di awal 1960-an. Teknologi inilah yang membuat Dr. Amar Bose mendirikan Bose Corporation pada 1964.

Power amplifier regeneratif mengalirkan arus listrik ke motor elektromagnetik linier dan mengambilkannya lagi dari motor. Contohnya, ketika mobil melewati lubang, listrik dialirkan ke motor untuk memperpanjangnya sekaligus mengisolasi gangguan dari jalan. Pada lubang yang dalam, motor bekerja sebagai generator dan mengembalikannya ke amplifier. Dengan cara ini, tenaga listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem suspensi Bose ini, hanya sepertiga operasional AC.

Kontrol Algoritma
Sistem suspensi Bose dikontrol oleh satu set algoritma matematik yang dikembangkan selama 24 tahun. Kontrol algortima ini bekerja bersama hasil pengukuran sensor di sekitar mobil dan mengirimkan perintah ke power amplifier di setiap sudut mobil. Tugas kontrol algoritma adalah menjaga mobil melaju mulus dipermukaan jalan yang tidak rata dan mengurangi gerakan ajrut-ajrutan.

Set unit suspensi Bose dirancang sebagai pengganti langsung dari suspensi standar mobil yang diproduksi secara umum saat ini. Bagian depan dan belakang hanya dibautkan ke kolong mobil dengan sistem modul. Dengan pendekatan ini, tim riset Bose dapat memasang suspensinya pada mobil yang dijual di pasaran dengan sedikit modifikasi.

Modul suspensi depan Bose menggunakan McPherson yang telah dimodifikasi. Sedangkan belakang, menggunakan mekanisme atau penghubung “double wishbone” untuk memasang motor elektromagentik linier antara bodi mobil dan roda. Per torsi digunakan untuk menopang bobot kendaraan. Tambahan lain dari suspensi Bose adalah damper atau peredam roda yang digunakan untuk menahan “gerakan balik” atau pantulan ban ketika mobil oleng.

Hasil Tes
Suspensi Bose telah dites pada berbagai kondisi jalan yang beragam. Hasilnya, kenyaman dan stabilitas sama baiknya. Pengetesan pun sudah sampai ke tingkat daya tahan.

Ketika pengemudi berbelok secara agresif, misalnya zig-zag, langsung dirasakan gejala oleng sangat minim. Begitu juga dengan gejala ajrut-ajrutan selama mobil direm atau berakselerasi secara mendadak. Pengemudi profesional yang diminta mengetes menceritakan, dengan suspensi Bose, pengendalian mobil jauh lebih mantap. Begitu juga kenyamanannya!

Nah, kalau ingin mobil Anda nyaman sekaligus asyik diajak bermanuver, suspensi Bose sudah bisa dimasukkan sebagai menu pilihan alternatif. Mau? Sabar dulu. Dan yang pasti, suspensi Bose sama-sama eksklusif dengan sound systemnya. Kalau kedua-duanya digunakan sekaligus pada mobil yang sama, bisa jadi kagak turun-turun tuh dari mobil!


ZBJ
Share on Facebook
A A A
komentar anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort