Jalur Selatan dan Nagreg Macet Sampai 10 km
Sabtu, 4/10/2008 | 12:34 WIB

BANDUNG,SABTU - Puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada Sabtu dan Minggu (5/10) sudah mulai terlihat. Jalur utama serta jalur alternatif lintas selatan Jawa Barat pada Sabtu pagi  mulai padat merayap.

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan dari Tasikmalaya ke arah barat di jalur utama yang melewati Nagreg, telah terjadi kemacetan hingga kawasan Malangbong Garut.Begitu juga kendaraan dari arah Garut menuju Bandung tersendat di tanjakan Nagreg yang ekornya mencapai kawasan Kadungora Garut. bahkan antreannya telah mencapai sekitar 10 km.

Kepadatan juga terjadi di jalan alternatif Cijapati dari arah Garut menuju Bandung. Kendaraan yang melaju satu arah itu tersendat di beberapa titik tanjakan di Cijapati, sehingga petugas memprioritaskan hanya kendaraan pribadi yang bisa melintasi jalur tersebut.
    
Hal serupa terjadi pula di jalur alternatif Wado yang diperuntukkan bagi kendaraan dari arah Tasikmalaya menuju Bandung lewat Sumedang. Sementara itu cuaca di kawasan Nagreg dan dua jalur alternatif itu hingga pukul 12.30 WIB dalam kondisi cerah.


SBT
Sumber : Antara
Nilai 8 A A A
komentar anda
ipul @ Selasa, 7 Oktober 2008 | 16:15 WIB
jabar ketinggalan dibanding propinsi lain di jawa dalam mengembangkan infrastruktur jalan raya. makanya yang maju cuma bandung, bogor dan kota kota tertentu doang. ayo dong gubernur dan pimpinan kab/kota jangan keenakan tidur pakai mobil mewahmu yang tak bisa merasakan lubang dan macetnya jalan raya rakyatmu
Widhiharto @ Selasa, 7 Oktober 2008 | 14:12 WIB
Tahun demi tahun permasalahan ini tidak selesai, sepertinya tidak ada niat pemerintah untuk membuat jalan alternatif untuk mengindari tanjakan/turunan Nagreg. Bikin tol Cipularang aja bisa kok!!!
2 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort