Lampu Indikator Mobil Berkedip Usah Panik
Jumat, 3/10/2008 | 06:19 WIB

Selesai berlebaran di kampung halaman, kini para mudikers bersiap kembali. Sebelum jalan, tak ada salahnya periksa kembali kondisi mobil seperti yang Kompas.com  berikan ketika hendak berangkat. Anda tentu tak ingin saat lalu lintas mengalami kemacetan, mendadak mesin mobil rewel.

Makanya, yang perlu diperhatikan di antaranya kapasitas oli mesin (lihat lewat tongkat pengukur), pastikan masih dibatas tanda maksimum. Kalau kurang seperempat, sebaiknya ditambah. Kemudian cermati di seputar mesin, apakah ada rembesan oli.

 Setelah itu, periksa air radiator berikut cadanngannya, terliti kondisi tali kipas (V-belt) tidak ada yang retak, lampu-lampu (utama, rem dan sein) berfungsi, rem tangan, penghapus kaca (wiper) dan mesin. Terakhir, tekanan angin pada keempat roda dan ban serep.

Nah, sekalipun semua sudah di cek, ternyata di tengah perjalanan, mobil mengalami gangguan. Mungkin gangguan yang tak ada ketahui ada di bawah ini;

1.Indikator suhu mesin meninggi.
Ada sistem pendinginan tidak normal. Bisa radiator bocor, mungkin di siri-siripnya (untuk darurat pakai pisang atau lem epoxy), tutupnya  (karena klep sudah kurang bagus) atau lubang pembuangan.
2. Bau sangit dalam ruangan
Ada dua kemungkinan. Pelat kopling aus (untuk yang bertransmisi manual) lantaran kaki terus menginjak pedal. Jika tidak, ada kabel yang kebakar
3. Mesin tersendat-sendat
Sistem pasokan bahan bakar tidak lancar. Penyebabnya, karburator (untuk mobil yang masih memakainya) dan saringan bensin tersumbat. Bisa juga timing pengapian tidak pas.
4. Lampu CHG  (charge) menyala
Bisa jadi tali kipas pemutar alternator putus. Begitu melihat lampu tersebut menyala, cepat segera berhenti. Ternyata tali pemutar alternator bagus, kemungkinan lain gulungan detonator rusak.
5. Rem berdecit
Sepatu rem sudah aus atau rusak. Untuk mobil yang masih mengandalkan teromol, teromol rem panas akibat bergesekan.
6. Lampu utama padam (bohlamnya tidak putus)
Langkah darurat, segera copot bohlam. Perhatikan bagian belakang lampu, pasti ada tiga terminal. Lalu, ambil kabel cukup panjang, potong dua bagian. Ikat ke terminal min (-) lampu (letaknya di sebelah kiri dengan  posisi bohlam membelakangi Anda) dan sambungkan ke terminal negatif (-) aki.
Kabel satunya lagi dihubungkan ke terminal atas bohlam (lampu dekat) yang diteruskan ke terminal positif (+) aki. Cara ini hanya untuk sementara dan tuas lampu di belakang setir sudah tidak berfungsi. Jika Anda ingin berhenti, copot salah satu kabel di aki terlebih dahulu.

Melintasi kabut
Kebetulan di tengah perjalanan, Anda melewati jalan berkabut seperti di Puncak (Jawa Barat), Sarangan (Jawa Timur), Batu, Malang (Jawa Timur), ikuti petunjuk di bawah ini
•Perlambat kendaraan. Kecepatan cukup antara 20 km/jam sampai 35 km/jam
•Ketika melesat dengan kecepatan di atas, jarak minimal 50 meter
•Hindari menyalip ketika jarak pandang  masih di bawah 25 meter. Sebaiknya dilakukan kala jarak pandang lebih dari 75 metercukup jauh dan di jalanan lurus.
•Nyalakan lampu kabut. Kalau tak ada, penggantinya nyalakan hazard.
•Kebetulan mobil tak dilengkapi sistem pendingin ruangan (AC), turunkan kaca sedikit. Apalagi pada pintu terpasang penahan air, untuk mencegah jangan sampai kaca berembun. Sangat menjengkelkan, penghapus kaca tidak berfungsi. Segera menepi, lap kaca lantas taburkan tembakau rokok. Kalau tak ada, bisa pakai sabun colek atau soft drink.

 


SBT
Nilai 5.33 A A A
komentar anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort