
|
Datsun 240Z Fairlady Sulit Masuk Jalan Tol
Jumat, 26/9/2008 | 16:26 WIB
Sungguh telaten dan sabar Georgy R. Dalimartha dengan Datsun 240Z 1972 miliknya itu. Mungkin ini bentuk kompensasi dari konsekuensinya mengambil sedan sport coupe dari Jepang yang digandrunnginya. Kondisinya memang jauh dari prima. Mesin bisa di starter dan jalan, kata Georgy, cuma kondisi bodi cukup parah. Risiko yang harus dijalani Georgy harus mendandani sang "pacar" menjadi gagah dan tidak bikin malu kala diajak gaul. Untuk memuluskan 240Z, Georgy menyerahkan garapannya pada JR Auto Fashion (JRAF).Dalam menggarap 240Z ini, rumah modifikasi di Jakarta Selatan itu tetap mengacu pada konsep retro. Sentuhan dimulai pada bodi karena ketika pindah ke tangan Georgy kondisinya berkarat. Terutama pada bagian dek lantai dan belakang. Bodi aslinya saat dibawa penuh dengan Karat, terutama pada bagian belakang yang sudah memakai plat bernomor polisi. Ketika mendapatkan mobil ini, bumper belakang dan depan sudah dimodifikasi. Sementara fender depan sudah sobek-sobek. Untuk memuluskan kembali, sama JRAF dibikin bumper baru dengan bentuk mengikuti tarikan garis asli bodi. Bahannya dari fiberglass, termasuk juga spoiler yang di cat sewarna denngan bodi. Sementara lampu belakang, Georgy sedikit beruntung karena tidak mendapatkan lampu asli untuk menggantinya. Sang penjual ketika melego sedan sport itu berikut lampu custom. Setelah dipasang, pas dan bagus. Beres belakang, tinggal gril, karet-karet bodi dan emblem. Komponen itu coba dicarinya lewat situs blackdragonauto.com. Upayanya tidak sia-sia, meski untuk emblem yang di belakang, harganya di atas Rp 800 ribu. Selesai bodi berikut pengecatannya - sengaja dipilih kelir khas Fairlady, cat candy dari Spies Hecker, kecuali fender diberi warna hitam - Georgy melirik ke mesin. Sedikit mengagetkannya karena Datsun 240z justru mengusung dapur pacu 2.600 cc berkode L26. Untuk meningkatkan performa, mesin akhirnya di porting dan polish. Kabel-kabel diurut ulang dengan kocek Rp 2 juta plus ground wire pivot dan coil booster XCS serta girboks standar 4-percepatan diganti dengnan yang 5-speed. Kini, Georgy tidak malu melenggang dengan Datsun 240Z. Malah, kala ia berada di jalan menjadi perhatian. Cuma, coba ajak masuk jalan tol, Georgy pasti sedikit keberatan. Karena, untuk bayar tol mesti minta tolong. Maklum, mobilnya setir kiri. (Rendy) SBT komentar anda
abee @ Kamis, 6 November 2008 | 21:53 WIB keren bgt tu... jrng yg pny..... pkoknya cip deh Mr Brightside @ Selasa, 21 Oktober 2008 | 15:32 WIB Cuma satu kata buat masterpiece ini.... SADIS......... Lofkar @ Kamis, 16 Oktober 2008 | 19:07 WIB sayang lampu belakangnya malah jadi jelek... tommy @ Rabu, 8 Oktober 2008 | 17:47 WIB kalau stir kiri, berarti headlight nya hrs diganti. karena akan menyilaukan pengguna jalan yg datang dari depan. Bogi Hindrajid, SH @ Selasa, 30 September 2008 | 02:50 WIB sweet legendary car, mestinya di tambah lampu dasar yang warna merah, akan tampak lebih catchy kalau malam hari. good bro............. Posting komentar anda
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|