
|
Hati-hati Melewati Banyumas dan Cicalap
Kamis, 25/9/2008 | 15:39 WIB
BANYUMAS, KAMIS - Meski arus mudik sudah memasuki H-6 Lebaran 2008, kondisi jalan di jalur selatan Jawa Tengah hingga kini masih berlubang. Dari pantauan di beberapa ruas jalan di jalur selatan Jateng, khususnya wilayah Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Kamis (25/9), lubang-lubang itu masih tampak di ruas Ajibarang-Wangon dan Ajibarang-Purwokerto. Seorang pemudik sepeda motor dari Jakarta menuju Klaten, Iwan mengaku terkejut karena roda motornya menghantam lubang saat melintas di ruas Ajibarang-Wangon. "Kebetulan saya berada di belakang bus sehingga tidak bisa menghindari lubang tersebut. Untung keseimbangan saya masih terjaga sehingga tidak sampai jatuh," katanya. Dia menyayangkan perbaikan jalan yang tidak merata karena sekecil apa pun lubang yang ada, lambat laun akan melebar juga. Selain kondisi jalan yang masih berlubang, kata dia, di beberapa ruas juga terdapat jalan yang ambles dan bergelombang. Terkait dengan kondisi itu, Kepala Balai Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga Jateng Wilayah Banyumas dan Cilacap, Priyono mengatakan, pihaknya akan segera menangani ruas jalan yang masih berlubang. "Kita akan segera menangani lubang yang masih ada sehingga dapat memberi kenyamanan pemudik. Kita juga mohon jika masih ada jalan yang berlubang segera diinformasikan agar segera ditangani," ujar Priyono. Sementara mengenai kondisi jalan di ruas Dayeuhluhur-Majenang, dia mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan perbaikan di ruas tersebut. SBT Sumber : Antara komentar anda
Danang @ Jumat, 21 November 2008 | 17:49 WIB kalo kondisi jalan rusak untuk jalur selatan paling parah di daerah banyumas, cilacap, majenang, banjar. Bahkan dikota majenang sendiri, tidak mulus sama sekali. kenapa ya? padahal jalur selatan sangat potensial untuk alternatif lalu lintas bisnis di pulau jawa. cinut @ Selasa, 7 Oktober 2008 | 14:56 WIB iya tuh... cilacap mah... rusak semua jalanya... mohon untuk daerah cilacap jalan2 diperbaiki jangan setengah2... Posting komentar anda
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|