Untung-Rugi, Berkendara Pagi atau Malam
Selasa, 23/9/2008 | 08:05 WIB

Bagi mudikers yang berencana melakukan perjalanan jauh untuk merayakan Idul Fitri 1429 H di kampung halaman, perlu strategi. Apalagi berkendaraan di saat masih dalam suasana puasa. Ditambah lagi, dalam perjalanan itu hanya ditemani istri yang tak bisa menyertir serta anak-anak yang masih kecil.

Berarti, kemudi mobil berada dalam satu genggaman. Fisik harus kuat dan konsentrasi mesti tinggi. Selain itu, harus bisa meredam emosi agar puasa tetap sah.

Nah, untuk melakukan perjalanan jauh itu, ada dua cara. Mau jalan pagi hingga sore atau ditempuh tengah malam. Kedua-duanya punya untung dan rugi.

Jalan Pagi hari (selepas subuh)
Keuntungannya :
- Kondisi badan tetap fit karena banyak melihat pemandangan yang secara langsung mengurangi ketegangnan. Badan tak cepat letih dan mata tak cepat lelah.
- Sepanjang perjalanan bisa ditemani keluarga.
- Tak banyak berpapasan dengan bus luar kota, truk gandengan dan trailer yang jalannya mulai sore hingga menjelang pagi.
- Jarak pandangan lebih luas dan kondisi jalan bisa dideteksi dengan jelas.

- Kemungkinan nyasar kecil karena semua papan petunjuk bisa terlihat dengan jelas.
- Bila terjadi sesuatu dengan kendaraan, semisal mogok atau mengalami ganggguan ringan - masih bisa mencari bengkel terdekat.

Kerugiannya :
- Sulit mendeteksi kendaraan dari depan saat di tikungan atau menghadapi jalan cilukba (di depannya jalan menghilang)
- Melawan terik matahari, namun bisa terobati jika mobil dilengkapi AC.
- Harus bisa menahan emosi, terutama melintasi pasar kaget dan menghadapi antrean kemacetan.

Jalan Malam
Keuntungannya:
- Suhu udara dingin, kerja mesin jadi lebih ringan.
- Mudah mendeteksi kendaraan dari arah lain, baik di tikungan atau tanjakan.
- Bisa mengembangkan kecepatan yang relatif tinggi.

Kerugiannya;
- Kalau mobil mengalami gangguan sulit mencari bantuan
- Jarak pandang terbatas, sehingga menuntut konsentrasi yang tinggi. Akibatnya, mata cepat lelah.
- Cepat mengantuk karena mata tak dihibur beragam pandangan. Sekalipun dihibur dengan lantunan musik, juga tak menolong


SBT
Share on Facebook
Nilai 5.67 A A A
komentar anda
yanuar @ Rabu, 24 September 2008 | 13:45 WIB
hmm,,,enak jalan mlem deh kyanya, yang terpenting kondisi kendaraan fit, n yang nyupir juga fit.insya allah aman2 aj. soalnya ane bakal berangkat mlm abis shalat magrib :) -selamat mudik-
Erry @ Rabu, 24 September 2008 | 11:53 WIB
Saya sich biasa-nya berangkat pagi dari Serpong ke Kediri-Jawa Timur, transit menginap di Semarang. Pengalaman saya kenapa pilih pagi agar nanti sampai di tujuan badan tidak terlalu letih karena jadwal di daerah juga padat. Juga karena membawa anak kecil sich, agar kalau ada apa2 mudah membantunya karena kondisi suasana terang dan juga jika mobil kita mengalami masalah kita juga bisa mengawasi keadaan sekitar dengan jelas. Tips saya lebih baik pergi di jam biasa kita kerja yaitu antara pukul 06.00 - 18.00 sehingga badan tidak kaget sedangkan kalau malam hari badan kita harus menyesuaikan terlebih dahulu.
Montir @ Selasa, 23 September 2008 | 14:28 WIB
Jalan MALAM lebih OK karena bisa mendeteksi kendaraan dari arah berlawanan.tidak terkena panas terik matahari yang dapat menyebabkan tingginya suhu ban dan suhu radiator serta mesin dan komponen lainnya.relatif bebas dari becak dan sepeda serta pasar.Jangan takut jalan MALAM karena banyak posko mudik serta pos polisi juga berjaga.. selamat mudik semoga cepat dan selamat sampai di tujuan...wassallam
sutikno @ Selasa, 23 September 2008 | 09:36 WIB
utk yg menggunakan kendaran pribadi.waktu sholat dpt menghilangkan lelah/jenuh/stess (l,j,s ).krn waktu kt menjalankan sholat tanpa kt sadari sdh.menghilangkan.(l.j.s )dan utk kendaraan itu sendiri juga sdh beristirahat sejenak,,,amin semoga anda sekeluarga aman sampai tujuan.
Pandu Fajar W @ Selasa, 23 September 2008 | 08:59 WIB
Lebih aman jika mudik setelah sahur atau subuh karena kondisi tubuh kita masih fit, namun yang perlu diperhatikan adalah: Jaga tekanan Ban anda karena jika telalu keras rawan pecah, Periksa air radiator anda jangan sampai kering, periksa Freon dan kondensor AC anda agar tidak kepanasan, dan yang terpenting hindari melewati jalan yang terdapat pasar kaget karena pasti macet banget. Jika anda mudik dari Jakarta-Jawa Tengah saya sarankan melewati jalur selatan saja.
5 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort