
|
Untung-Rugi, Berkendara Pagi atau Malam
Artikel Terkait:
Selasa, 23/9/2008 | 08:05 WIB
Bagi mudikers yang berencana melakukan perjalanan jauh untuk merayakan Idul Fitri 1429 H di kampung halaman, perlu strategi. Apalagi berkendaraan di saat masih dalam suasana puasa. Ditambah lagi, dalam perjalanan itu hanya ditemani istri yang tak bisa menyertir serta anak-anak yang masih kecil. Berarti, kemudi mobil berada dalam satu genggaman. Fisik harus kuat dan konsentrasi mesti tinggi. Selain itu, harus bisa meredam emosi agar puasa tetap sah. Nah, untuk melakukan perjalanan jauh itu, ada dua cara. Mau jalan pagi hingga sore atau ditempuh tengah malam. Kedua-duanya punya untung dan rugi. Jalan Pagi hari (selepas subuh) - Kemungkinan nyasar kecil karena semua papan petunjuk bisa terlihat dengan jelas. Kerugiannya : Jalan Malam Kerugiannya; SBT komentar anda
yanuar @ Rabu, 24 September 2008 | 13:45 WIB hmm,,,enak jalan mlem deh kyanya, yang terpenting kondisi kendaraan fit, n yang nyupir juga fit.insya allah aman2 aj. soalnya ane bakal berangkat mlm abis shalat magrib :) -selamat mudik- Erry @ Rabu, 24 September 2008 | 11:53 WIB Saya sich biasa-nya berangkat pagi dari Serpong ke Kediri-Jawa Timur, transit menginap di Semarang. Pengalaman saya kenapa pilih pagi agar nanti sampai di tujuan badan tidak terlalu letih karena jadwal di daerah juga padat. Juga karena membawa anak kecil sich, agar kalau ada apa2 mudah membantunya karena kondisi suasana terang dan juga jika mobil kita mengalami masalah kita juga bisa mengawasi keadaan sekitar dengan jelas. Tips saya lebih baik pergi di jam biasa kita kerja yaitu antara pukul 06.00 - 18.00 sehingga badan tidak kaget sedangkan kalau malam hari badan kita harus menyesuaikan terlebih dahulu. Montir @ Selasa, 23 September 2008 | 14:28 WIB Jalan MALAM lebih OK karena bisa mendeteksi kendaraan dari arah berlawanan.tidak terkena panas terik matahari yang dapat menyebabkan tingginya suhu ban dan suhu radiator serta mesin dan komponen lainnya.relatif bebas dari becak dan sepeda serta pasar.Jangan takut jalan MALAM karena banyak posko mudik serta pos polisi juga berjaga.. selamat mudik semoga cepat dan selamat sampai di tujuan...wassallam sutikno @ Selasa, 23 September 2008 | 09:36 WIB utk yg menggunakan kendaran pribadi.waktu sholat dpt menghilangkan lelah/jenuh/stess (l,j,s ).krn waktu kt menjalankan sholat tanpa kt sadari sdh.menghilangkan.(l.j.s )dan utk kendaraan itu sendiri juga sdh beristirahat sejenak,,,amin semoga anda sekeluarga aman sampai tujuan. Pandu Fajar W @ Selasa, 23 September 2008 | 08:59 WIB Lebih aman jika mudik setelah sahur atau subuh karena kondisi tubuh kita masih fit, namun yang perlu diperhatikan adalah: Jaga tekanan Ban anda karena jika telalu keras rawan pecah, Periksa air radiator anda jangan sampai kering, periksa Freon dan kondensor AC anda agar tidak kepanasan, dan yang terpenting hindari melewati jalan yang terdapat pasar kaget karena pasti macet banget. Jika anda mudik dari Jakarta-Jawa Tengah saya sarankan melewati jalur selatan saja. Posting komentar anda
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|