
|
Honda Menguasai 46,8 Pasar Motor Di Indonesia
Artikel Terkait:
Rabu, 10/9/2008 | 23:24 WIB
JAKARTA, RABU - PT Astra Honda Motor (AHM), agen tunggal sepedamotor Honda di Indonesia berhasil menguasai 46,8 persen dari total penjualan kendaraan roda sampai Agustus 2008. Data itu berdasarkan dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Menurut Excutive Vice President Director PT. AHM, Siswanto Prawiroatmodjo, angka itu masih berada di bawah target tahun ini yakni 47 persen. "Tapi nantinya dapat tercapai atau tidak, kita lihat saja sampai akhir tahun 2008," kata Siswanto kepada kompas.com seusai acara buku puasa di rumah Maroko, Jakarta Pusat, Rabu (10/9). Sampai Agustus 2008 ini, Honda telah menjual total 1,9 juta unit dan hingga akhir tahun ditargetkan 2,8 juta unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 persen disumbang jenis bebek. "Dari motor bebek, yang paling banyak terjual Honda Revo dan Supra X 125," terang Johannes Loman,selaku Marketing Director PT. AHM. Untuk mencapai target yang telah ditentukan, PT. AHM akan melakukan peningkatan kualitas pelayanan, baik pelayanan perawatan motor maupun layanan purna jual. "Harga motor tidak akan kita turunkan, cukup dengan memberikan pelayanan yang terbaik pada konsumen, saya yakin target akan dapat tercapai," ucap Johannes. C11-08 komentar anda
edoe @ Selasa, 7 Oktober 2008 | 12:36 WIB Fantastis, tapi sadarkah kita bahwa angka kecelakaan tertinggi di Indonesia didominasi oleh sepeda motor ??? Sudah saatnya difikirkan, industri otomotif (motorcycle) harus mengembalikan sebagian keuntungannya kepada user berupa pertanggungan asuransi kecelakaan / kematian secara "GRATIS" pada saat user membeli sepeda motor. Dan jangan konsumen dibohongi terus dengan angka penjualan yang tinggi sementara masyarakat tidak mendapat keuntungan apa-apa. mantan koboi amerika @ Rabu, 17 September 2008 | 13:08 WIB saya beli satu kemarin, pak. supra x 125 R. smoga tercapai targetnya.. tapi, kalo bs dlm bbrp tahun ke depan penjualannya dikurangi, atau dicanangkan peremajaan motor. karena motor di ibukota sudah terlalu banyak. terima kasih. Posting komentar anda
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|