Toyota Ciptakan SDM Otomotif Melalui SMK Neg.2 Sleman
mendiknas, Bambang Sudibyo menandatangi prasasti berdirinya Jurusan baru T-TEP bidang Body & Paint di SMK Negeri 2 Depok, Sleman, Yogyakarta di saksikan Wagub DIY, Sri Paduka Paku Alam IX (kiri), Joko Trisanyoto (kedua dari kiri) dan Bupati Sleman (kanan)
Minggu, 24/8/2008 | 08:35 WIB

 Selain bisnis mobil, PT Toyota Astra Motor (TAM) punya komitmen terhadap dunia pendidikan di Indonesia yang sudah dijalankan sejak awal 1990-an melalui program T-TEP (Toyota-Technical Education Program). Langkah itu terus ditingkatkan  oleh Agent Tunggal Pemegang Merk (ATPM) Toyota di tanah air dengan membuka jurusan baru Body & Paint dengan SMK Negeri 2 Depok, Sleman sebagai media pendidikannya.

Peresmiannya dilakukan oleh Mendiknas, Bambang Sudibyo, kemarin (23/8) disaksikan oleh  Sri Paduka Paku Alam IX (Wakil Gubernur DIY), Ibnu Subiyanto (Bupati Sleman), dirjen diknas, kepala sekolah SMK N2 dan jajaran aparat pemda. Sedang dari TAM Joko Trisanyoto (direktur marketing), Widyawati ( Division Head Marketing & Planning Customer Relation),  para dealer se-Jawa Tengah dan Vica President Toyota Asia-Pasific.

Sementara Presdir TAM, Johnny Darmawan berhalangan hadir karena sedang sakit. Namun ia menyampaikan misi dari program ini melalui surat singkatnya, “Bahwa Program ini merupakan bentuk kepedulian Toyota dalam mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia, baik melalui program yang berkelanjutan maupun penyediaan sarana pendukung yang sesuai."

Langkah mulia TAM ini didukung oleh mendiknas yang dalam sambutannya, Bambang Sudibyo mengatakan T-TEP ini merupakan peningkatan relevansi yang sudah dilakukan oleh pendahulunya, Wardiman Djojonegoro (ketika itu menjabat mendikbud, 1993). Beliau  mencetuskan suatu kebijakan yang dinamai Link Match.

Link Match (LM) itu sendiri, lanjut mendiknas ada tiga tingkatan. T-TEP ini berada di level ketiga disebut "market needs" yang memenuhi kebutuhan pasar yang sangat spesifik. Level ini tidak bisa dikerjakan sendiri, tapi harus melibatkan penggunanya. "Makanya, saya berterima kasih dengan Toyota yang menjadi prakarsa untuk T-TEP ini," ungkap Bambang.

Langkah Toyota memajukan dunia pendidikan, khususnya berkaitan dengan teknologi otomotif tidak sendiri. Mereka mendapat dukungan dari Toyota pusat (Toyota Motor Corporation) Jepang dan menggandeng dealer. Dimulai sejak 1991 sampai kini, TAM sudah mendirikan Sub T-TEP di 38 SMK dan 5 T-TEP SMK yang seluruhnya tersebar di Indonesia. Kebetulan SMK Negeri 2 Depok, Sleman ini sebelumnya sudah diimplementasikan sebagai T-TEP untuk bidang General repair sama dengan T-TEP lainnya. Kini, sekolah itu menjadi pionir untuk jurusan baru Body & Paint.

"Tujuan kami mendirikan institusi pendidikan ini ingin mendekatkan gap antara dunia usaha dengan pendidikan sekolah," tegas Joko Trisanyoto. Langkah-langkahnya, pertama, memperbaiki kurikulum yang disesuaikan dengan industri (otomotif). Kedua, memberi pelatihan kepada guru-guru dan terakhir, memberi pelatihan kepada siswa ke bengkel-bengkel Toyota terdekat.

Dibukanya jurusan baru ini, menurut Joko seiring kemajuan teknologi lebih dibutuhkan tenaga yang spesialis. selama ini Toyota melalui program T-TEP sudah membuka general repair. "Jadi, sampai akhir tahun ini jumlah keseluruhan Sub T-TEP dan T-TEP bejumlah 55," papar Joko. Dan Indonesia, lanjut Joko tercatat sebagai negara ketiga setelah China dan Thailand untuk bidang Body & Paint.

 


SBT
Share on Facebook
Nilai 9 A A A
komentar anda
Agustrisar @ Selasa, 16 September 2008 | 04:33 WIB
Selamat dan sukses utk program T-TEP dari TAM, kini giliran sekolahku kapan mendapat bantuan dari TAM?. (SMK Bina Warga 1 Bogor)
anna @ Senin, 25 Agustus 2008 | 11:34 WIB
Horeeeee,,,,,,,, sekolahku makin majuuuuu,,, tengkyuh yaaa,,,, buat pemerhati pendidikan di negara kita,,,, cayo lah,,,,
2 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort