Bisnis dan Ekspor Mobil Indonesia 2008 Tumbuh Subur
Kamis, 21/8/2008 | 20:57 WIB


JAKARTA, KAMIS -  Sekalipun terjadi gejolak kenaikan haraga BBM dan material mobil, terutama baja, ternyata tidak memurukkan angka penjualan. Justru sebaliknya, penjualan mobil periode Juli 2008 mencapai angka tertinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Kepastian tersebut diperoleh Kompas.com berdasarkan data yang diperoleh dari beberapa ATPM yang tidak mau disebutkan namanya dan GAIKINDO (Gabungan Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) sedikit berbeda.

Gaikindo yang tidak merinci data berdasarkan merek, tapi mencatatkan penjualan selama Juli 2008 sebanyak 60.359 unit. Sedangkan dari data ATPM tercatat lebih banyak, 60.836 unit. Dengan itu pula, total penjualan selama 2008 juga berbeda. Gaikindo mencatat 350.612 unit, dari ATPM 353.501 unit.

Dari total penjualan itu, Toyota menduduki peringkat teratas dengan 119.232 unit (33,7%), jauh di atas kompetitornya. Urutan empat besar berikutnya dipegang Mitsubishi membukukan penjualan 52.135 unit, Suzuki, 46.532 unit, Daihatsu 42.437 unit dan Honda 31.267unit.

Untuk produksi kendaraan yang dirakit di Indonesia, juga terjadi kenaikkan pada Juli 2008 dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Produk kendaraan Indonesia selama Juli 2008 mencapai 58.113 (Gaikindo). Dengan itu, total kendaraan yang telah diproduksi di Indonesia selama tujuh bulan 2008 mencapai 348.409 unit. Sebagian kendaraan yang diproduksi di Indonesia ini diekspor dalam bentuk CBU (untuh) dan CKD (terurai). Untuk CBU, ekpor telah mencapai 59.790 unit dan CKD 71.434 set.

Untuk impor, selama tujuh bulan 2008, mencapai 45.057 unit. Berarti, ekspor kendaraan Indonesia surplus. Namun dari nominal, harga kendaraan yang diimpor juah lebih mahal dibandingkan dengan ekspor.


ZBJ
Share on Facebook
A A A
komentar anda
donald @ Jumat, 22 Agustus 2008 | 18:14 WIB
DL gue setuju buanget atas saran dari loe.
DL @ Jumat, 22 Agustus 2008 | 11:07 WIB
Jangan bangga dgn phenomena ini. Kota metropolitan seharusnya bisa menekan jumlah pertumbuhan mobil untuk mengurangi kemacetan dan pemanasan global. Kebanyakan orang berusaha membeli mobil karena sarana angkatan umum tidak layak dan TIDAK AMAN; daripada ditodong tiap hari atau ditikam pisau atau lebih parah lagi: diculik, lebih baik nyetir mobil sendiri. Pemerintah seharusnya introspeksi.
2 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort