
|
Mercedes Ciptakan Teknologi Buat Pengemudi yang Ngantuk
Artikel Terkait:
Kamis, 14/8/2008 | 07:39 WIB
Diciptakannya AS, menurut para ahli yang merupakan nara sumber Mercedes-Benz, kecelakaan serius yang terjadi di jalan tol disebabkan 25% karena kelelahan. Ini sering terjadi saat musim liburan, terutama bila pengemudi melakukan perjalanan jauh berjam-jam. Pada kondisi seperti ini, pengemudi sering mengalami fenomena yang disebut “one second nap” atau tidur sekejab. Bahayanya, reaksi pengemudi makin lambat setelah melakukan perjalanan non-stop 4 jam. Sistem bekerja AS di sini memantau tingkah laku dan kondisi pengemudi saat berada di belakang kemudi mobilnya berdasarkan akselerasi yang terjadi ke arah depan atau samping mobil. Parameter lainnya adalah kondisi jalan, cuaca dan waktu mengemudi (misalnya jam tiga pagi atau sore), gerakan setir, pedal –pedal (gas dan rem) plus sejumlah kondisi lain di luar mobil. Seperti angin dan permukaan jalan yang tidak mulus. Meski belum ada penjelasan dari pabrik mobil yang berpusat di Stuttgart, Jerman ini. Namun pengamat memperkirakan teknologi ini akan disertakan pada Mercedes E-Class yang akan diluncurkan tahun depan.
ZBJ komentar anda
rofiudin @ Kamis, 6 November 2008 | 10:05 WIB supir indonesia tahan ngantuk, lihat saja jalanan kena macet tiap hari nyampai juga ke lokasi feuer @ Selasa, 28 Oktober 2008 | 09:10 WIB bagaimana cara AS menerjemahkan prilaku pengemudi?? tolong penjelasan lebih rinci lg.. erwan j @ Minggu, 21 September 2008 | 22:40 WIB kebanyakan bahaya ngantuk di indonesia dialami oleh supir truck. n biasanya karena naik mobil yang gak pake ac. jadi untuk indonesia yang penting adalah bagaimana supir dapat dibikin nyaman adi @ Kamis, 18 September 2008 | 19:38 WIB wuah canggih bener! ni mobil dah pake AI(Artificial Intellegence) kali ya.semua parameter dihitung. mantap!dah kaya robot aja ni agung @ Sabtu, 13 September 2008 | 23:36 WIB bisa gak ceritain lebih spesifik tentang mercedes ciptakan teknologi terbaru??? Posting komentar anda
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|