
|
Mobil Mogok, Menghidupkannya Gampang Kok
Selasa, 12/8/2008 | 07:20 WIB
AKI mobil soak, kontan kendaraan enggak bisa di-starter. Padahal, fungsi peranti itu tidak hanya menyimpan listrik untuk disuplai ke motor starter, tapi juga memiliki tugas yang dibutuhkan peranti lain, khususnya untuk mobil dengan sistem injeksi elektronik dengan ECU (electronic control unit) sebagai otaknya. Energi listrik di aki menjadi begitu vital, termasuk untuk airbag atau ABS (Anti-lock Braking System). Bahkan, sangat vital bila kondisi aki sampai rusak karena tak akan mampu memutar motor starter alias mobil tidak bisa jalan. Untuk menghidupkannya, bisa dilakukan koneksi dengan aki dari kendaraan lain atau sering disebut jumper. Banyak pendapat bahwa model pancingan ini tak bisa dilakukan pada mobil berteknolgi canggih yang semua sistemnya sudah komputerisasi. Cara seperti itu akan merusak peranti elektronik di mobil. Namun, anggapan seperti itu dibantah N Henry Basuki dari HB Car Computer di Jakarta Barat. "Asal benar jumper-nya pasti selamat," tegas Henry. Lain halnya kalau terjadi kesalahan, misal salah menjepit kutub aki antara yang positif dan negatif sehingga terjadi hubungan arus pendek. Agar tidak keliru, ikuti langkah-langkah di bawah ini: 2. Jepitkan kabel di kutub positif (+) aki di kendaraan yang akan di-jumper. Diikuti ke kutub positif (+) aki mobil pen-jumper. 3. langkah berikutnya, jepitkan kabel kutub negatif (-) ke kendaraan yang akan di-jumper. Diikuti kabel di kutub negatif (-) kepala aki di kendaraan pen-jumper. 4. Lalu, putar kunci kontak ke posisi ON pada kendaraan yang mogok. 5. Cabut kabel negatif (-) pada kendaraan yang di-jumper, diikuti pada mobil pen-jumper. 6. Terakhir, cabut kabel positif (+) pada mobil yang di-jumper, berikutnya pada kendaraan pen-jumper. Peringatan: Jangan sampai salah menjepit kepala aki. Contohnya, kabel positif (+) pada kendaraan yang di-jumper dihubungkan ke kutub negatif di mobil pen-jumper. Kesalahan ini bisa merusak sistem elektronik. Jangan menggunakan kabel jumper di bawah standar. Cirinya, saat jumper berlangsung, bila kabel panas tandanya kualitasnya di bawah standar. Jangan sampai kabel jumper posisi (+) menyentuh bodi karena dapat menimbulkan percikan api. Terpenting, setiap hendak memasang kabel jumper perhatikan tanda positif dan negatif di aki. (Sasmita Pribadi) komentar anda
Michael @ Jumat, 24 Oktober 2008 | 10:50 WIB salam semuanya.... hanya ada satu cara mengetahui cara jumper benar. BACA BUKU MANUAL MOBIL anda....disitu dijelaskan cara jumper yg benar.... komen2 dah pada benar...tapi mgkn masih egois dgn pengetahuannya.....jadi merasa paling benar.... rendra @ Senin, 6 Oktober 2008 | 10:14 WIB kalau mau jumper aki, sambungan jumper jangan dan - semua di battery om, bahaya. Yang benar, mobil yang jadi sumber daya, sambungkan kutub positif aki menggunakan kabel jumper ke kutub positif aki mobil yang mogok. Sambungkan kutub negatif aki mobil yang menjadi sumber daya ke MASSA mobil yang mogok. Massa ini bisa titik besi manapun di sekitar engine. Jangan ke kutub negatif akinya. Mengapa? Karena mobil menggunakan kelistrikan DC, dan negatif aki menyambung ke massa/ground. Kalau sambung langsung antar aki / dan -/-, hal ini berisiko terjadi ledakan pada aki yang lemah. Pada waktu jump start, mobil yang jadi sumber daya sebaiknya dalam kondisi hidup dan RPM dinaikkan sedikit di atas idle. Semoga membantu. Topi Hidayat @ Minggu, 24 Agustus 2008 | 21:04 WIB Assalamuallaikum.,WR,.Wb mengenai pen-jamperan nih,kalau mobil yang menjamper dengan mobil yang mogok, kenapa mobil itu harus di hidupkan? ada pengaruhnya ga, dengan yang tidak di hidupkan? makasih.............. ki kuswanto @ Minggu, 17 Agustus 2008 | 07:13 WIB Masukannnya cukup baik, sekalipun keadaan di lapangan tidak seperti yang diteorikan. Minimal sangat membantu bagi pemula yang punya trouble ngadat. Selain aki junga msih banyak faktor lain yang mempengaruhi ngadatnya suatu kendaraan.Kelistrikan adalah sentralnya nyawa mobil. Jadi kalau lilstrik sudah bagus baru bisa do cek faktor yang lain.Maka rawatlah mobil selperti merawat badan sendiri. Jangan hanya ma pakai saja tetapi tanpa merawatnya. Untuk aki maksimal satu bulan sekali harus dikkontrol togar @ Rabu, 13 Agustus 2008 | 10:30 WIB Maaf Bos Baron, memang teori kadang beda sama praktek, tapi menurut pengalaman saya yang udah pernah mencoba ternyata bisa, untuk keadaan darurat sangat menolong banget. Emang pada saat mobil yang bermasalah distart Rpm mibil pen-jamper rpmnya turun tapi setelah mobil nyala rpm kembali normal, kurang tau kalau proses start nya lama alias mobil ngadat. tapi menurut teori kelistrikan apabila duabuah batrai atau lebih dihubungkan secara pararel maka tegangan yang dihasilkan adalah sama. sedikit pengalaman dari saya semoga bermanfaat. Posting komentar anda
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|