
|
Kenali komponen Vital ini Pada Kendaraan Anda
Rabu, 6/8/2008 | 12:00 WIB
Minggu lalu sudah dijelaskan bagian-bagian dari suspensi mobil yang bila kondisi salah satu kompartemen kurang baik bikin mobil tidak nyaman. Kali ini kami perkenalkan sistem penghenti laju (rem) dan kemudi yang menjadi peranti terpenting dan vital bagi kendaraan. Rem misalnya, paling berbahaya jika sampai mengalami blong. Bukan saja kendaraan lain jadi korban, bisa-bisa nyawa pejalan kaki atau lainnya melayang. Sistem Rem Pemeriksaan : Fisik piringan cakram menjadi barometer kerusakaan. Mulus tidaknya permukaan piringan bisa dirasakan ketika pedal rem diinjak. Bila pedal seperti diayun menandakan permukaan piringan bergelombang. Namun bila terjadi getaran, keausan piringan tidak merata. Bila ketebalan cakram masih dalam batas toleransi, proses bubut bisa dilakukan untuk melenyapkan piringan yang bergelombang. 2. Kaliper Pemeriksaan: Korosi kerap menyerang piston di kaliper. Apalagi bila sil pelindung debu dan kotoran telah robek. Efeknya, rem menjadi macet dan bisa menyebabkan kampas rem terbakar bilam kendaraan tetap dipaksa jalan. 3. Teromol Pemeriksaan: Posisi yang tertutup, membuat rem teromol lebih sulit untuk dideteksi kerusakannya. Umumnya, baret dan kebocoran sil master rem menjadi penyakit penghenti laju model ini. 4.Load Sensing Proportioning Valve Pemeriksaan : Kebocoran minyak rem merupakan kemungkinan terbesar yang terjadi di komponen ini. Korosi pada valve bisa jadi jika minyak rem tidak diganti secara berkala. Sistem Kemudi Pemeriksaan: Bila Anda kerap menghantam lubang, maka peranti ini mudah sekali rusak. Untuk memeriksanya, kendaraan dikondrak lalu menggoyangkan dengnan arah vertikal. Bila goyang menandakan ball joint perlu segeran diganti. 2. Tie-rod end Pemeriksaan: Cara serupa dengnan ball joint dapat diterapkan untuk mengecek kondisi tie-rod end. Hanya, gerakan saat menggoyangkan ban secara horizontal. Bila terdapat gerak bebas, menandakan komponen ini perlu diganti. 3. Steering House (rumah setir) Pemeriksaan: Pengaturan gerak bebas kemudi begitu menentukan akurasi dalam berkendara. terlalu sedikit, putaran kemudi akan terasa berat. Jika terlalu banyak menandakan terjadi gejala keausan. komentar anda
Posting komentar anda
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|