
|
Dari Hybrid Toyota Beralih ke Hydrogen
Artikel Terkait:
Selasa, 5/8/2008 | 07:41 WIB
JAKARTA, SELASA – Berbicara teknologi hybrid di industri otomotif dunia, Toyota disebut sebagai pionir dan paling unggul. Sampai saat ini sudah ratusan ribu bahkan mungkin mencapai satu juta unit. Di Indonesia, sedan hybrid Toyota yang dicangkokkan pada Prius paling sedikit ada lima unit. Jumlah ini terekam pada acara Jakarta Metropolitan Rally, Minggu (3/8). Setelah sukses dengan program mobil ramah lingkungan, kini Toyota Motor Corporation (TMC) beralih ke teknologi lain. Konsepnya masih sama, yakni mobil dengan emisi gas buang yang sangat rendah atau boleh disebut clean technology, yakni mobil berteknologi hidrogen. Konsep ini sudah dijalankan oleh BMW dengan seri 7 yang disebut BMW Hydrogen 7. Hanya saja, teknologi yang diterapkan perusahaan mobil asal Jerman, tapi yang menciptakannya BMW Amerika, ini dual fuel. Jadi, selain hidrogen juga menggunakan bensin. Nah, Toyota melihat hidrogen akan menjadi infrastruktur terbaik dibanding dengan hybrid. Lagi-lagi, proyek ini dimulai dari Toyota Amerika dengan memakai Mark X Zio sebagai percontohan. Memang belum dibocorkan teknologinya, apakah persis seperti BMW (dual fuel) atau hydrogen tunggal. SBT komentar anda
Otong @ Kamis, 4 September 2008 | 08:50 WIB Justru harusnya meringankan pajak2 mobil yg mengunakan hidrogen atau Hybrid,.biar ga boros BBM,.tapi kan indonesia engga,..yg penting pajaknya aja di naikan.... ga ngerti deh ,.kapan majunya yach indonesia ku ini?? GreenPeace @ Selasa, 5 Agustus 2008 | 09:24 WIB Bagus seh...tapi kapan mau dipasarkan masal di Negeri kita ini?? soalnya sampe sekarang Innova and Fortuner yang borosnya gak ketulungan mulu yang dipasarin...kalo bisa dipasarkan masal dan harganya murah..harusnya pemerintah mendukung dengan insentif pajak dan BBN KB yang sangat murah sekali..."Lets go Green" crom @ Selasa, 5 Agustus 2008 | 08:11 WIB great..maju terus peduli lingkungan Posting komentar anda
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|