
|
Mitsubishi Lancer Evo X Korban Regulasi
Artikel Terkait:
Jumat, 18/7/2008 | 08:02 WIB
JAKARTA, JUMAT - Panitia The 16th Indonesia International Motor Show 2008 mengeluarkan daftar kendaraan yang mengikuti lomba pemilihan best car. Dari sekitar 18 ATPM yang berpartisipasi, 14 produsen mobil menyodorkan primadonanya. Mereka bertarung di kelas exclusive, premium, medium, dan small. Penjurian dilakukan sejak pameran dibuka hingga pengumuman pemenang, Sabtu (19/7). Dari keempat kelas itu, di kelas exclusive (puncak) yang diikuti empat merek tampil Mitsubishi Lancer Evo X. Sedan kegemaran anak muda ini berkompetisi dengan Mercedes-Benz SL350, VW Phaeton, dan Audi A4. Dari segi bentuk dan kemewahan, jelas Evo X kalah jauh dengan Mercedes dan Phaeton. Justru merek terakhir ini paling favorit untuk juara. "Mitsubishi Evo X bisa masuk kategori exclusive sesuai dengan harganya. Jadi, begitu ATPM menyodorkan formulir keikutsertaannya, kami memilahnya sesuai kreterianya (harga)," kata salah satu juri, Raju Ferbian, dari Koran Tempo. Malah untuk tahun ini, ujar Raju, kelas super exclusive (untuk mobil di atas 1 miliar rupiah) tidak lagi dilombakan. Kurang tepat rasanya pemilihan best car IIMS 2008 ini berdasarkan harga. Mungkin bisa ditilik dari kapasitas mesin berikut kelengkapan fitur dan teknologinya. Sebab, seperti Lancer Evo 10 sangat jelas segmennya mengarah ke anak muda. Dari segi kemewahan, juga masih di bawah ketiga kompetitornya. Nominasi Best Car kelas exclusive MPV: - Toyota Alphard 3.5L/AT SUV: - Mercedes-Benz ML-350 SBT komentar anda
vayjoe @ Senin, 20 Oktober 2008 | 09:37 WIB evo tetap evo, biarlah dia menjadi dirinya sendiri, bukan karena regulasi...ya to meanz @ Sabtu, 13 September 2008 | 23:53 WIB juri ada benarnya kok, soalnya segmen evo X nyasar gak jelas, spek performance berbanding harga nabrak porche cayman, lebih mahal dari (mesin terbaik) bmw 335i, mau main di segmen 4X4 mana bisa? land rover defender cuman 600an juta dgn off road performance diakui dunia Rajasa @ Selasa, 5 Agustus 2008 | 14:24 WIB Namanya juga di Indonesia.... Lofkar @ Senin, 21 Juli 2008 | 15:52 WIB sistem penjurian kok berdasarkan harga? bukannya harus apple to apple? dimana-mana spesifikasi/platform adalah panduan baku penilaian. Posting komentar anda
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|