
|
Slamet Riyadi Juara Desain Mobil Kijang Innova
Artikel Terkait:
Kamis, 17/7/2008 | 19:07 WIB
JAKARTA, KAMIS - Dalam mendesain mobil, sebenarnya karya putra-putri Indonesia bisa dibanggakan. Hasilnya bisa dilihat dari lomba Toyota National Design Competition 2008 yang diselenggarakan oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) di pameran IIMS Ke-16 di JCC. Kompetisi sudah dijalankan sejak April 2008 meliputi dua kategori, mobil dan aksesori, dengan acuan Kijang Innova. Karya yang masuk final dipajang di stan Toyota. Menurut Johnny Darmawan, Presdir PT TAM, lomba desain yang diselenggarakan oleh Toyota itu bertujuan memberi kesempatan kepada bakat-bakat muda, terutama dari kalangan mahasiswa untuk memperlihatkan potensi mereka. Karena itu, karya pemenang tidak akan diimplementasi ke mobil yang akan diproduksi. Sebagai bentuk penghargaan, Toyota akan memberi kesempatan kepada mereka untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan merancang mobil dan aksesori di Toyota. "Kita akan memberi kesempatan kepada mereka untuk magang. Dengan demikian, bisa menimba pengalaman tentang desain mobil yang sudah diproduksi," ujar Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran PT TAM. Dalam lomba desain ini, peserta harus merancang mobil mengacu pada Kijang Innova. Begitu juga dengan aksesori. Digunakannya Kijang Innova sebagai acuan karena mobil ini sangat Indonesia dan berasal dari Indonesia. Untuk desain mobil, keluar sebagai pemenang Slamet Riyadi (22), mahasiswa desain ITB dengan karya Toyota Green Concept. Karyanya juga dipilih sebagai pemenang utama pilihan para wartawan yang meliput IIMS. Sementara itu, untuk aksesori, dimenangi oleh Apid Rustandi. Masing-masing pemenang mengantongi hadiah Rp 20 juta. Toyota Green Concept adalah SUV Cross-Over serba guna dengan penampilan yang cukup menarik. Ia mengubah Kijang dengan memotong hidungnya lantas membentuknya dengan perpaduan I-Factor (ciri khas Indonesia) dan J-Factor (ciri khas Jepang). Menurut Slamet, mulai dari merancang sampai mengikutkan karyanya pada lomba ini, memakan waktu dua bulan. Karena acuannya Kijang, Slamet pun harus mempelajari detail Kijang melalui brosur. Menurut salah seorang juri, Martinus Pasaribu, dosen pengajar pada Program Studi Desain Produk Institut Teknologi Bandung, kemenangan Slamet ditentukan berdasarkan orsinalitas, konsep verbal produksi, keterampilan membuat rendering dan sketsa, serta visuasilasi 3D. (Zul)
komentar anda
tommy @ Kamis, 9 Oktober 2008 | 16:09 WIB saya bangga dg keberhasilan sdr s. riyadi. jalan teruuuuuussssss. supriyo.bardono @ Sabtu, 6 September 2008 | 15:48 WIB Lebih baik lagi , bila design juga disertai dengan kemampuan untuk membuat product sendiri.maju terus mas Slamet tommy @ Selasa, 2 September 2008 | 01:17 WIB bravo utk s. riyadi. terus kembangkan idee barunya. selamat bekerja. agus @ Senin, 25 Agustus 2008 | 11:46 WIB Ya memang orang INDONESIA BANYAK YANG PANDAI PANDAI , MAKANNYA SUATU WAKTU INDONESIA PASTI AKAN BISA MEMBUAT KENDARAAN RODA EMPAT DENGAN MEREK INDONESIA DAN HEMAT ENERGY MURAH Posting komentar anda
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|