Filosofi ZOOM-ZOOM Hilangkan Ciri Khas Mazda
Senin, 30/6/2008 | 10:39 WIB

JAKARTA, SENIN - Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, New Mazda 5 yang diluncurkan pertengahan Juni lalu hanya face lift saja. Kendati begitu, tampilannya kian manis bahkan ciri sebagai mobil berkategori MPV jika dipandang dari depan justru lebih kental sebagai sosok sedan sport ketimbang MPV (Multi Purpose Vehicle) atau pihak PT Mazda Mobil Indonesia (MMI) menjulukinya Multi Activity Vehicle (MAV).

Ini mungkin desain eksterior diperkaya dengan berbagai penyesuaian. Seperti gril depan dipadu dengan bonnet rendah, ketika berada di belakang kemudi, jarak pandang sangat luas. Bahkan kenyamanan mengemudi, meski menjajal New Mazda 5 berjarak sangat pendek (tidak lebih satu kilometer), toh kesan kenyamanan mengemudi sangat terasa. Bahkan suasana rileks pengemudi cukup terjaga.

Hal ini dikarenakan, saat kedua tangan memegang kemudi, tangan tidak cepat lelah lantaran kedua siku tertopang. Siku tangan kiri tertumpu di sandaran kursi, sedang siku kanan di sandaran pintu kanan. Ditambah lagi, transmisi otomatis dengan mesin berkapasitas 2.000 cc,  tenaga awalnya cukup responsif. Dan pemindahan setiap gigi bisa dilakukan dengan mengangkat pedal gas sedikit saat rpm antara 2.200 sampai 2.400, sangat halus.

Sistem transmisi juga dilengkapi dengan SV-T (Sequential Valve Timing). Jadi pemindahan gigi dapat dilakukan melalui tongkat persneling. Jangan harap akselerasinya seperti transmisi manual, setiap kali menaikkan gigi persneling terjadi jedah beberapa detik bila dengan putaran mesin sedang.

Saat menjajal New Mazda 5, ada ciri khas Mazda yang hilang, yakni kelembutan rem. Mungkin ini dikarenakan Mazda genarasi sekarang yang menganut filosofi ZOOM-ZOOM. Artinya, sebagai kendaraan yang gesit dan responsif, tentu dibutuhkan penghenti laju yang baik. Untuk itu, keempat rodanya memakai sistem rem cakram. Sehingga ketika pedal ditekan cepat, penumpang akan merasa hentakan. Beda dengan sebelum generasi ZOOM-ZOOM, sekalipun pedal ditekan sedikit keras, tapi sebelum pada titik tekan maksimal rem sudah bekerja.

Kestabilan mobil memang belum terukur maksimal karena kecepatan mobil tidak lebih dari 40 km/jam, apalagi saat membelok harus berhenti dulu. Tapi dari segi dimensinya, New Mazda 5 paling kecil dibandingkan kompetitornya. Bandingkan dengan Mitsubishi Grandis GT yang baru dilaunching, tinggi Mazda 5  yang 1.615 mm masih tinggi Grandis 40 mm. Begitu juga panjangnya, Mazda 5 hanya 4.565 mm dengan ground clearence di bawah cukup rendah (di bawah Grandis GT 165 mm), makanya kestabilannya baik dan pantas disebut MPV bersosok sedan sport.SBT


SBT
Share on Facebook
Nilai 4.67 A A A
komentar anda
ega @ Jumat, 26 September 2008 | 02:43 WIB
aku emang tahu mazda memang oke tapi harga mbok agak di ungkret biar aku bisa beli yang baru biar ngak hanya beli second doang
jimmy @ Senin, 4 Agustus 2008 | 16:53 WIB
mazda 3 nya kok ngga dibahas, padahal itu salah satu mobil ok. bahas dong kompas...
Pau2 @ Jumat, 25 Juli 2008 | 12:02 WIB
sbnr y model slrh varian mazda semua y keren2 n bgz2........ tp klo mazda 5, utk keluarga sih sbnr y paz bgt, da gt mdl y jg keren bgt, interior y jg bgz d bndg kompetitor y..... sayang harga y aga tinggi,gr2 masih di import lsg dr Japan sih,.... cb hrg y lbh murah lg,pst laku tuh....
Rizky @ Rabu, 16 Juli 2008 | 23:48 WIB
Yang saya tahu sih zoom-zoom itu bukan filosofi seperti yang ditulis di atas. Zoom-zoom itu kalau bahasa Indonesianya, bremmm-bremmm (bunyi mesin digas geetu lho). Itu untuk menggambarkan mobilitas (kendaraan bermotor)
nvios @ Jumat, 4 Juli 2008 | 08:51 WIB
Saingan berat Toyota Siena, Honda Oddysey.
6 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort