
|
Avanza Dengan Ban 20 Inci Jadi Elegan
Jumat, 27/6/2008 | 19:51 WIB
JAKARTA, JUMAT – Dari bentuknya, desain Toyota Avanza cukup cantik. Manuver di jalanan semrawut juga gesit dan lincah. Kendati punya postur standra yahud, tapi sering tidak kelihatan harmonis kala dimodifikasi, terutama jika dipasang velg besar dan ceper. Nyatanya, Toyota Avanza 1.5 S M/T 2007 punya Mr.Y di Bogor justru tampak elegan setelah dimodifikasi. Bodi digembungkan dan pakai ban lebar yang digarap rumah modifikasi Antelope, Pahlawan, Bogor tidak menemui kesulitan ketika dijajal jalan dari Bogor ke Jakarta. Yang jelas, bobot kini lebih berat 300 kg dari berat kosong 1.070kg. Sumbangan terbesar datang dari tiga sektor, yang pertama body kit. Seperti bumper depan kit didesain dengan metode tanpa pemisah (one piece) yang menyambungnmulai dari grilnsampai lips terbawah. Sehingga terkesan lebih simpel, walau sebenarnya dimensi sudah bertambah tinggi dan besar. Bodi Avanza yang ringkih disulap jadi kekar dan tetap berkarakter. Caranya, dengan penambahan garis bodi yang halus dan tidak patah. Trus, bumper depan dan belakang yang bongsor diimbangi dengan side kirt. Desainnya sengaja dibuat lebar agar garis pintu yang tinggi lebih seimbang dengan posisi roda yang terlihat kecil. Ini dikarenakan ground clearance yang cukup tinggi (walau sudah disiati dengan lowering kit). Sebenarnya, pada side kirt bisa diberikan garis (nut) agar terkesan terbagi tingginya, walaupun tetap pada metode one piece. Sedang desain bumper belakang sudah cukup baik. Bisa mengimbangi desain secara keseluruhan dan harmonis dengan bentuk lampu vertikal dan harmonis bervelg lebar yang dinaikkan 5 inci menjadi 20 inci. Otomatis karet pembalap rim itu berubah dari 185/65R15 menjadi 225/30ZR20 dari Pirelli PZero Nero. Naiknya ukuran velg dan melarnya telapak ban, jumlah bobotnya masih lebih ringan dibanding dengan penambahan audio. Kendati demikian, ada yang menarik dari desain audionya, yakni penerapan instalasi speaker model tanam di dasbor. Dari sisi teknis, ada dua keuntungan. Pertama, tidak banyak mendapat getaran ketimbang di dekat pintu. Keuntunngan kedua, pantulan midrange tidak terlalu pekak ketika digeber. “Suara bisa lebih rendah karena ada boks,” jelas Jono Hitam, instalatur dari Sphinx. Dari sisi kendali, jok standar dilapis MBTech Camaro warna Dark brown. Setirnya, Victor Design berdiameter 32 cm dan agak kerepotan kala harus putar balik 180 derajat. Kendati begitu, torsi tetap tinggi, walau tak meluncur deras. (Diesta) Rumah modifikasi: Data Spesifikasi:
SBT komentar anda
alexis @ Senin, 22 Desember 2008 | 12:16 WIB nice looking but less power. Radhit @ Senin, 1 Desember 2008 | 11:39 WIB Klu w mah sah2 ja.krena w punyanya MIO yyah jd w pake itulah....Yamaha MIO tarikannya mak Nyossssss..klu jln macet ga ada 2nya bro..hikss..hiksss...DAMAI Sob ;} luthfi @ Jumat, 21 November 2008 | 10:32 WIB Dari segi kenyamanan , terutama untuk luar kota pada jalan kurang rata masih menjadi masalau utama.Perlu dipikirkan perbaikan sistim suspensinya , bukan hanya tampilan nya aja . adut @ Selasa, 14 Oktober 2008 | 17:10 WIB sepertinya enak diliat, tapi kaga nyaman/alias kagak enak dipake yak....maksa-in banget utha @ Minggu, 7 September 2008 | 22:05 WIB biasa aja ah.. mending make velg kecil biar ambles sekalian... Posting komentar anda
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|