
|
Girbok Double Clutch Dari BMW
Artikel Terkait:
Selasa, 24/6/2008 | 11:47 WIB
JERMAN, SELASA – BMW M GmbH memperkenalkan girboks terbaru karya mereka yang dinamai M DCT (M Double-Clutch Transmission). Teknologi ini bukan sesuatu yang baru, karena sudah mereka perkenalkan pertama kali pada 2002 yang dipasang pada VW Golf R32. Bahkan jauh sebelum itu, tepatnya pada 1996 BMW M GmbH telah menciptakan girboks sequential. Sistem pengoperasiannya dikontrol secara hidraulis elektronik tanpa menginjak pedal kopling. Setelah lahir tiga generasi sequential M Gearbox, barulah kini muncul M DCT ini. Girboks dengan kopling ganda ini terus mengalami pengembangan. Teknologinya banyak diadopsi berbagai pabrikan mobil. Keistimewaan sistem M DCT, pemindahan gigi cepat, tenaga konstan dan tanpa mempengaruhi konsumsi ketika memindahkan gigi persneling. Bagaimanapun, M DCT ini diklaim sangat nyaman dipakai setiap hari. Bekerja sama dengan Getrag, BMW tercatat produsen pertama menciptakan girboks kopling ganda dengan 7 tingkat percepatan. Transmisi ini dirancang untuk mesin V8 dengan putaran mesin di atas 9.000 rpm. Tak Cuma itu, transmisi M kopling ganda ini dipasang pada BMW M3 coupe dan convertible bermesin 4.0L V8 dengan tenaga 420 dk. Dirancang dengan program 11 drivelogic dengan launch control. SBT
SBT komentar anda
montir @ Kamis, 25 September 2008 | 21:28 WIB Bung Rizky, maksud Kompas adalah, teknologi semacam ini yang telah diterapkan di VW Golf R32, bukan M DCT-nya BMW. VW telah menciptakan gearbox serupa dengan nama DSG. Sekitar 1 atau 2 bulan lalu, gearbox dari Getrag ini telah dipasang di mobil keluaran Ford Europe dengan nama PowerShift. Rizky @ Selasa, 8 Juli 2008 | 00:53 WIB gimana... kok BMW memperkenalkannya di VW Golf R32 Sigit Danar @ Kamis, 26 Juni 2008 | 18:03 WIB Wah teknologi BMW memang tinggi dan tidak asal cipta yang saya ketahui BMW teknologi diatas kelas dari merk lain di EURO , Riset teknologinya begitu cermat sedikit sekali kesalahan sistemnya hampir sempurna !!! VIVA BMW!!!!!. Posting komentar anda
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|