
|
Chevrolet Captiva 2.0 VCDi vs Toyota Fortuner
Selasa, 24/6/2008 | 11:37 WIB
JAKARTA, SELASA - Banyak pabrikan mobil kini bermain di mesin diesel, bahkan menjurus lebih serius. Seperti Toyota sampai memberi saham Isuzu Motor Co., Jepang yang memiliki image kuat di mesin diesel. GM pun pernah menggandeng Isuzu untuk produk Chevrolet dengan mesin bensin dan Trooper untuk dieselnya. Kini, kedua ATPM itu sama-sama mempunyai SUV bermesin minum solar. GM dengan andalannya, Captiva dan Toyota punya senjata Fortuner. Kedunya diajak tes jalan untuk menguji tenaga dan kenyamanannya.
Kendati kapasitas dapur pacu kecil, tapi menggunakan teknologi canggih. Captiva 2.0 VCDi dilengkapi sistem common-rail dan Variable Geometric Turbocharger (VGT). Tak heran, tenaga yang dimuncratkan mencapai 150dk, unggul hampir separuhnya dari Fortuner (102 dk) yang berteknologi serupa. Pemakaian VGT membuat tekanan udara yang dipampatkan ke ruang bakar menjadi lebih konstan di berbagai putaran. Ditunjang power to weight ratio yang kecil 12 kg/dk membuat akselerasi Captiva 0-100 km/jam dicapai 10,5 detik. Sementara Fortuner, minimnya tenaga, dengan bobot 1,8 ton (sama dengan Captiva) membuat power to weight ratio berada di angka 17,7 kg/dk. Wajar, bila akselerasi 0-100km/jam dicapai 18,9 detik. Tapi, Fortuner bukan mengejar akselerasi. Mesin D-4D (Direct 4Stroke Diesel) dengan turbo dan common-rail menawarkan sifat ramah lingkungan. Ada asumsi, tenaga yang besar menyedot konsumsi cukup banyak alias boros. Ternyata image itu dihapus dan Captiva mencatat 9,7 km/l ketika melalui rute kombinasi, sedang Fortuner mematok 9,2 km/l.Cukup masuk akal, terutama buat Fortuner karena berpenggerak roda belakang yang memiliki kerugian mekanis lebih tinggi ketimbang Captiva dengnan gerak roda depan. Keuntungan lain diraih Captiva dengan kombinasi tenaga dan torsi yang besar, membuatnya enteng dipasang transmisi otomatis 5-speed. Kendati dilengkapi Tiptronic, efek engine brake tak mampu dihasilkan Captiva membuat kerja rem kian berat ketika melintasi jalan turunan cukup panjang. Fortuner saat dilakukan tes pengereman dari 100-0km/jam, butuh jarak 51,64 km. Fitur ABS + EBD semakin mempertebal kepercayaan pengemudi, sekaligus mengantisipasi roda depan terkunci saat pengereman di jalan basah. Jok Kurang Nyaman Beda dengan Fortuner. Fasilitas seperti di Captiva tidak sebanyak itu, dan dirancang lebih baik. Sehingga lebih nyaman untuk perjalanan jauh. Untungnya, ketidaknyaman di Captiva dibayar dengan bantingan suspensi yang terasa pas. Modelnya yang aerodinamis membuat Captiva tetap nyaman dipacu hingga 150 km/jam di jalan tol. Dari hasil tes jalan, disimpulkan Captiva dengan tenaga yang besar, konsumsi bbm irit dan kenyamanan yang bagus menjadi daya tarik tersendiri. Sementara Fortuner memberi kelebihan dalam akomodasi, daya tahan dan image (Autobild)
Catatan : * (kickdown) SBT komentar anda
Aryanto @ Sabtu, 3 Januari 2009 | 14:02 WIB Asal tau aja ya.....sebetulnya mobil2 merk Chevrolet di Indonesia adalah buatan Korea Selatan (Made in Korea). Di Indonesia namanya Chevrolet Captiva padahal di sini (Korea) namanya DAEWOO WINSTORN (Buatan GM DAEWOO) yang di eksport ke Indonesia logonya di ganti pake logo Chevrolet. Sama seperti KIA Sephia logonya di ganti pake TIMOR. andrew @ Senin, 27 Oktober 2008 | 22:47 WIB yach tidak perlu pusing2...oe sekarang pakai Captiva...memang tarikannya luar biasa.... dan lagi kalau oe beli mobil tidak pernah pikir u/ dijual lagi... yach nikmati saja.... bagong @ Senin, 27 Oktober 2008 | 15:29 WIB Mending beli Captiva diesel daripada fortuner diesel. tenga fortuner diesel mah loyo.... captiva udah VGT dan intercooler. tinggal install Dastek ajah. ngacir..... arfan @ Senin, 20 Oktober 2008 | 08:53 WIB gw skr pake captiva diesel matic,dan terbukti bgt kehandalannya dibanding mbl2 yg sejenis,lo pada bandingin aja antara kedua spesifikasi fortuner dan captiva diatas,terutama akselerasinya yg kencang bgt,tnyta terbukti benar koq kehebatannya captiva... VIVA CAPTIVA!!! ripai @ Sabtu, 18 Oktober 2008 | 22:22 WIB oh ya bro jemi, general motor di amerika skrng ud lagi gigit jari. karena penjualan mobilnya kalah jauh ama penjualan mobil-mobil jepang kayak toyota honda nissan di amerika sendiri. Posting komentar anda
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|