
|
Mesin Hibrida Diminta Pakai "Suara Palsu"
Artikel Terkait:
Selasa, 24/6/2008 | 10:47 WIB
POLEMIK seputar potensi bahaya yang mungkin muncul akibat heningnya suara mobil bermesin hibrida (hybrid) memang belum tuntas. Senin (23/6), the National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di Amerika Serikat menggelar rapat dengar pendapat menyoal polemik tersebut. Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, hadirnya mesin hibrida yang terkenal 'silent' itu tenyata bukan tanpa perkara. Pasalnya, pejalan kaki dan kaum tunanetra merasa menjadi pihak yang terancam keselamatannya dengan mobil hibrida. Dengar pendapat ini pun menindaklanjuti keputusan parlemen AS mengenai batas minimum suara yang harus dikeluarkan mesin yang terkenal ekonomis dan ramah lingkungan tersebut. Dalam kesempatan ini, perwakilan dari the American Foundation for the Blind and National Federation of the Blind mengungkapkan, mobil hibrida berpotensi mengancam keselamatan 1,1 juta penyandang tunanetra di AS. Jumlah ini belum termasuk 20 juta orang lain yang tidak buta, namun memiliki keterbatasan penglihatan. Kekhawatiran yang sama pun ada pada para pengendara sepeda dan anak-anak. Nah, beberapa pihak lantas menuntut mobil hibrida dilengkapi dengan 'suara buatan' (artifical noises). Sementara, pihak lain justru mengusulkan penggunaan teknologi komunikasi nirkabel untuk mengatasi problem ini. Intinya, NHTSA menentang penambahan suara yang menyebabkan polusi. Dalam kesempatan ini, perwakilan pemilik kendaraan hibrida tidak diundang untuk memberikan pandangannya, namun Deputy Administrator NHTSA Jim Ports mengatakan, pihaknya telah menerima pandangan tertulis dari perwakilan pemilik mobil hibrida. Di pihak lain, The Detroit 3, Toyota, dan enam produsen otomotif di AS mewakili the Alliance of Automobile Manufacturer menyatakan, produsen pada dasarnya mendukung ditemukannya solusi atas polemik tersebut. Namun, mereka tak melihat 'penambahan suara palsu' pada mesin hibrida sebagai solusi. GLO Sumber : LEFTLANENEWS komentar anda
ariyadi @ Minggu, 30 November 2008 | 10:04 WIB ga usah ada apa-apa nanti juga orang akan terbiasa. dulu orang dengar suara musik gedebag gedebug ganggu telinga sekarang mah sudah biasa. pemuda @ Rabu, 29 Oktober 2008 | 09:39 WIB saya setuju pendapat irex, katanya kan ada klakson kemudian tempat-tempat tertentu kecepatan kan telah dibatasi kecepatannya agung pratitis @ Sabtu, 13 September 2008 | 23:36 WIB kalo mbl dilarang karena g ada suaranya, seharusnya sepeda jg di larang. kembali lagi aja pk mbl thn 50/60-an yang suaranya brisik Riyanto @ Minggu, 27 Juli 2008 | 11:54 WIB Disini lagi pusing ngatasi suara kendaraan yang kayak gludhuk lha kok disana pusing kendaraan yang silent, dunia oh dunia dudung @ Kamis, 26 Juni 2008 | 01:54 WIB ya klo pengen nambah bunyi2an ya pakai krincingan aja byar kayak delman gitu aja kok repot sich... Posting komentar anda
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|