Sokbreker Nitrogen Dari Negeri Jiran
Kamis, 19/6/2008 | 15:03 WIB

JAKARTA, KAMIS - Kenyamanan berkendara bukan hanya ditentukan dari kehalusan mengemudi saja. Kesempurnaan sistem suspensi juga punya andil. Seperti sokbreker, misalnya kalau kondisinya sudah parah, ayunan mobil terasa tidak enak. Kestabilan saat menikung juga kurang baik.

Apalagi doyan ngebut, suspensi harus bagus. Nah, sekarang ini di pasar onderdil beredar banyak merek sokbreker. Termasuk juga jenisnya, mulai dari yang menggunakan oli, gas dan Nitrogen seperti yang ditawarkan merek Hot Bits dari Malaysia.

Menurut Sugiarto Kurniadi, bos Hot Bits di Indonesia menjelaskan sokbreker yang dipasarkan ada tiga macam. Yang paling rendah, ujar pemilik Handy Towing, yakni Basic Series atau DT Series (untuk jalan raya) berupa sokbreker saja, tanpa berikut per. Ini diperuntukkan jalan raya.

Harganya Rp.3,3 juta untuk Toyota Avanza dan sejenisnya (depan saja). Kalau berikut belakang ditambah pakai coil over menjadi sekitar Rp 8 juta. Sedang Innova (depan) lebih mahal Rp 200 ribu (RP.3,5 juta), berikut belakang dengan coil over sekitar Rp. 10 jutaan. "Sokbreker ini tidak ada adjustable hard dan soft, hanya penyetelan tinggi-rendah," tambah Henricus, bagian pemasaran.

Memang, harga Hot Bits ini lebih murah dari Belstein yang mematok harga sekitar Rp 4 juta (depan). Meski sedikit lebih mahal dari Kayaba, tapi desainnya mencerminkan kalau Hot Bits merupakan sokbreker bertekanan tinggi.

Selain untuk jalan raya, Hot Bits juga punya sokbreker kompetisi dinamai DT1 Series dengan one way adjustable. Jadi, hanya penyetelan kekerasan dan kelembutan. Sedang sokbreker belakang bisa disetel keras lembutnya di Canister. Harganya berkisar antara Rp 12 juta sampai Rp 14 juta.

Yang paling canggih DT2 Series. Fiturnya kombinasi DT1 Seris plus two way adjustable. Selain keras-lembut, juga ada setelah reboundnya. Yang depan dilengkapi tabung dan belakang bisa disetel. Sokberker ini sudah dijajal di ajang balap mobil turing Indonesia di Sirkuit Sentul oleh pembalap Alvin Bahar.

Harganya sekitar Rp 15 sampai Rp 17 juta. Dan bisa diservis jeroannya, mulai dari sil-sil, pengisian ulang Nitro dan oli sebagai pelumas. (SBT)  


SBT
Share on Facebook
A A A
komentar anda
agus @ Jumat, 27 Juni 2008 | 08:50 WIB
semakin tinggi kualitasnya semakin mahal harganya
Jimny @ Rabu, 25 Juni 2008 | 09:57 WIB
Mahal bener ya??? kalo bedanya cuma sedikit sama Bilstein mending beli bilstein yang sudah pasti, tapi kalo selisihnya bisa sampai 75% mungkin akan lebih dipikirkan kalo cuma beda 5-15% mending beli yang sudah ada namanya..ya gakk???
2 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort