Mengenal Sistem Injeksi Mesin Bensin
Artikel Terkait:
Selasa, 3/6/2008 | 10:55 WIB

JAKARTA, SELASA - Seluruh mobil terbaru yang diproduksi dan dijual sekarang ini di Indonesia sudah menggunakan teknologi injeksi untuk pasokan bahan bakarnya. Teknologi lama, yaitu karburasi (alatnya disebut karburator) sudah digusur. Kalau pun ada mobil yang masih menggunakan karburator, adalah sisa peninggalan waktu yang telah berlalu.


Injeksi lahir, sesuai dengan tutuntan zaman. Untuk menjaga lingkungan makin bersih dan konsumsi bahan bakar juga bisa makin irit. Sistem injeksi berkembang secara bertahap. Umurnya pun sudah mencapai 40 tahun. 

Mulanya pada 1967an, Bosch yang bekerjasama dengan Mercedes-Benz memproduksi mobil dengan sistem injeksi mekanis untuk mesin berbahan bakar bensin. Pada awal 1980-an, dengan berkembangnya teknologi komputer, sistem injeksi bensin juga mengalami perubahan. Kerjanya tidak lagi secara mekanis, tetapi elektromekanis. Sistem injeksi dilengkapi dengan komputer yang merupakan 'otak' untuk mengatur kerjanya.

MPI & GDI
 
Sistem injeksi yang banyak digunakan sekarang merupakan masa transisi ke yang terbaru. Pada sebagian besar mesin mobil sekarang,  injektornya  berada di mulut masuk ruang bakar mesin atau dekat dengan katup isap. Alhasil, setiap silinder menggunakan satu injektor. Karena itu pula produsen menyebut sistem injeksi dengan multipoint injection (MPI). Sebelumnya 1980-an), juga ada yang disebut Throttle Body Injection, injektor yang digunakan satu dan dipasang di tempat yang biasanya dihuni oleh karburator.

Injeksi terbaru adalah GDI, gasoline direct injection. Sistem ini juga sudah digunakan pada beberapa merek tertentu di Indonesia yang dimasukkan secara CBU. Pada GDI, nosel injektor berada di dalam ruang bakar. Dengan cara ini bahan bakar langsung disemprotkan ke ruang bakar. Metode ini sama dengan yang digunakan pada mesin diesel  masa kini (direct injection).

Sensor-sensor
Dengan sistem injeksi, kerja mesin jauh lebih efisien karena tidak banyak lagi menggunakan komponen mekanis untuk mengontrol kerja mesin dan pasokan bahan bakar. Perawatan juga lebih gampang! Namun untuk menangani perawatan dan gangguan, dibutuhkan mekanik dengan kemampuan berpikir lebih baik. Pasalnya, komputer yang digunakan mengatur kerja sistem injeksi dan juga sistem pengapian, punya kaitan atau tali-temali dengan komponen dan bagian lain dari mesin.

Dengan sistem injeksi yang dikontrol secara elektronik, mesin mampu beradaptasi untuk bekerja secara efisien dan efektif sesuai dengan kondisi lingkungan. Misalnya, berdasarkan perubahan suhu, kelembaban udara, ketinggian tempat, beban mesin atau kendaraan, kecepatan, jenis bahan bakar dan sebagainya. Untuk ini, sistem dilengkapi alat pengindera atau sensor-sensor plus saklar yang selanjutnya mengirimkan informasi ke otak mesin yang disebut Engine Control Module (ECM) atau Engine Control Unit (ECU). ZUL



Share on Facebook
Nilai 4.15 A A A
komentar anda
tea-are @ Rabu, 7 Januari 2009 | 20:26 WIB
lebih efisien atau lebih ribet ?
harry @ Senin, 1 Desember 2008 | 20:25 WIB
memeng canggih tp prlu mekanik yg handal
W@ndiBjm @ Senin, 17 November 2008 | 13:34 WIB
sistem injeksi sudah seharusnya memasyarakat agar alam udara kita menjadi lebih hijau dan bersih,tapi....pihak pabrikan juga harus bisa bekerja sama dg bengkel umum agar mereka juga kenal injeksi. atau perlu juga ada sosialisasi keunggulan injeksi ke masyarakat agar mereka tidak takut membeli kendaraan dg sistem bahan bakar injeksi.
abdul basir @ Kamis, 28 Agustus 2008 | 12:09 WIB
setuju kalau sistem injeksi banyak keunggulannya. tapi kita akui masih banyak kelemahannya, bukan secara sistemis mekanis tatapi secara aplikatip. kalau didaerah perkotaan mudah kita bawa ke bengkel tetapi bagaimana dg di daerah pelosok yg jauh tentu akan sulit jika terjadi trouble pd mesin.
bayu @ Rabu, 27 Agustus 2008 | 09:58 WIB
hanya org batu saja yg masih sulit utk menerima teknologi canggih,dgn berbagai alasan...MAJU TRUS TEKNOLOGI OTOMOTIF INDONESIA !! JAGA HIJAU NYA DUNIA DGN MENJAGA EMISI YG LAYAK
17 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort