New BMW Seri 5 Rakitan Lokal Mulai Dipasarkan
Sebuah sedan BMW 523i yang telah selesai dirakit di pabrik PT Gaya Motor, Sunter, Jakarta, Selasa (5/2).
Selasa, 5/2/2008 | 17:47 WIB

JAKARTA, SELASA - PT BMW Indonesia kembali memproduksi BMW Seri 5 terbaru, dengan rakitan lokal alias CKD (Completely Knocked Down).  Mulai hari ini, (Selasa, 5/2),  BMW seri 523i tersebut sudah mulai dipasarkan di Indonesia. Bagi anak perusahaan BMW AG Jerman itu, perakitan seri 523i di dalam negeri merupakan  kali pertama.

Sedan dengan mesin enam silinder valvetronic berkapasitas 2.5 L, mobil ini dapat berakselerasi 100 km per jam dalam waktu 9,3 detik. Sementara kecepatan maksimalnya mencapai 232 km per jam. BMW mengklaim, 523i hanya membutuhkan 13,4 liter untuk menerabas jalan kota sepanjang 100 km padat lalu-lintas.

Dari sisi interior, bantalan lengan mengalami perbaikan desain dan motif baru. Bodinya menggunakan bahan ringan alumunium dan dilas dengan konstruksi berbahan ringan pula. Sistem hiburannya dilengkapi dengan  iDrive serta sistem suara HiFi dengan sepuluh speaker.

Soal keamanan, BMW memercayakan teknologi run-flat tires (RTF) yang memungkinkan mobil meluncur mulus meskipun tanpa ada tekanan udara pada ban.

Varian ini tersedia dalam beberapa pilihan warna eksterior, antara lain hitam, abu-abu, serta perak tintanium. Semuanya dibanderol dengan harga Rp839 juta on the road untuk wilayah Jakarta.

Melalui PT Gaya Motor, BMW Indonesia merakit seri terbaru ini dengan kapasitas delapan unit per hari. Seri ini akan melengkapi sebelas seri yang sudah, dan sedang diproduksinya saat ini. Hingga akhir 2007, PT Gaya Motor sudah merakit 42.389 mobil BMW Seri 3, 5, dan 7.

Menurut direktur komunikasi korporat PT BMW Indonesia Helena Abidin, tahun lalu pihaknya telah mendistribusikan seribu unit mobil seribu unit BMW Seri 3 dan 5. Sebanyak 777 unit di antaranya merupakan unit CKD, yang diproduksi PT Gaya Motor. Adapun 223 lainnya merupakan Completely Bulit Up (CBU) yang dirakit di Jerman. (LHW)


LHW
Share on Facebook
Nilai 9 A A A
komentar anda
wendy @ Rabu, 6 Agustus 2008 | 10:07 WIB
katanya CKD ..... tetep aja mahallll
adam @ Jumat, 18 Juli 2008 | 18:10 WIB
saya yakin kita bisa membuat BMW produk asli Indo.SDM kita sudah ok,tinggal pdnya saja.
nopi @ Kamis, 8 Mei 2008 | 15:57 WIB
Jgn bangga kalo cuma bisa ngerakit mobil CKD, Harus bangga kalo sudah bisa produksi Mobil Nasional Sendiri. Kalo cuma ngerakit dimana letak kabanggaannya??????
satria @ Selasa, 12 Februari 2008 | 08:49 WIB
jangan pakai istilah lokal......tapi pakailah..istilah..produk dalam negeri atau indonesia...jgn malu pake nama indonesia...emangnya kita ini sudah tidak punya jati diri lagi...
Pentha Wahyudi @ Senin, 11 Februari 2008 | 15:29 WIB
Saya sangat prihatin karena hampir mayoritas ATPM di Indonesia enggan untuk menjual mobil bermesin diesel dengan teknologi terbaru yang lebih irit dan ramah lingkungan. Terutama produk dari produsen Eropa yang sangat maju desain mesin dieselnya. Kondisi mahalnya BBM seharusnya penggunaan solar/diesel lebih diutamakan. Saya mohon pada semua ATPM, pertimbangkanlah menjual mobil diesel terutama dari produsen Eropa yg sudah menggunakan teknologi turbo commonrail.
18 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
  
    No Latest

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort