Dovizoso Ungkap Alasan Kekalahan MotoGP Musim Lalu - Kompas.com

Dovizoso Ungkap Alasan Kekalahan MotoGP Musim Lalu

Kompas.com - 02/02/2018, 09:22 WIB
Pebalap Ducati Andrea Dovizioso saat mengunjungi Jakarta, Rabu (1/2/2018).Febri Ardani/KompasOtomotif Pebalap Ducati Andrea Dovizioso saat mengunjungi Jakarta, Rabu (1/2/2018).

Jakarta, Kompas.com – Pebalap tim Ducati, Andrea Dovizioso, mengalami momen paling menakjubkan dalam karirnya pada MotoGP musim lalu. Dia adalah satu-satunya pebalap yang bisa menantang kedigdayaan Marc Marquez (Repsol Honda) sampai seri terakhir di Valencia.

Selama musim 2017, Dovizioso delapan kali naik podium, yaitu enam kali kemenangan seri dan dua kali naik podium sebagai juara kedua dan ketiga. Total Dovizioso mengumpulkan 261 poin yang menjadikannya runner-up di klasemen pebalap.

Catatan itu beda 37 poin dari pemimpin klasemen sekaligus juara dunia 2017 Marquez. Sama seperti Dovizioso, sepanjang musim lalu Marquez mendapatkan enam kali kemenangan, namun dia juga naik podium dua sebanyak empat kali dan podium tiga sebanyak dua kali.

Menurut pebalap asal Italia berusia 31 tahun itu, delapan kali naik podium belum cukup untuk menjadi juara. Tidak konsisten naik podium tiap seri menjadi penyebab dia tidak bisa juara pada musim lalu.

“Alasan kami tidak juara tahun lalu, ketika kami kalah, kami kehilangan banyak poin. Itu poin yang sangat penting untuk kami dapatkan. Kami harus lebih banyak mendapatkan podium, terbukti enam (kemenangan) saja tidak cukup,” kata Dovizioso saat mengunjungi Jakarta, Rabu (1/2/2018).

Baca: Lorenzo dan Dovizioso Kunjungi Indonesia

(Kiri ke kanan) Pebalap Ducati Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso, serta  Ducati Corse Sporting Director Paolo Ciabatti, di Jakarta, Rabu (1/2/2018).Febri Ardani/KompasOtomotif (Kiri ke kanan) Pebalap Ducati Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso, serta Ducati Corse Sporting Director Paolo Ciabatti, di Jakarta, Rabu (1/2/2018).

Menurut Dovizioso kejuaraan MotoGP adalah tentang memenangkan balapan seperti yang dilakukan Marquez. Tahun ini dia berharap bisa lebih kompetitif dari tahun lalu.

Modal utama kepercayaan diri itu karena pengembangan Desmosedici untuk musim 2018 dirasa potensial mendukungnya.

“Mesin Ducati sangat baik, sangat bertenaga dan cepat. Tapi, kami masih harus berkembang di tikungan, karena akan baik hasilnya untuk balapan. Kami fokus di situ. Tidak mudah, tapi kami terus mencoba dan cukup sulit mencari dan mengerti apa yang kurang, tapi kami akan terus mencoba,” katanya. 


EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X