Cerita di Balik Ninja 250 yang Dibeli dengan Recehan - Kompas.com

Cerita di Balik Ninja 250 yang Dibeli dengan Recehan

Alsadad Rudi
Kompas.com - 11/11/2017, 10:30 WIB
Kawasaki Ninja250 berubah menjadi ZX-6R 636 hanya dengan bodi tiruan plug and play.Donny Apriliananda Kawasaki Ninja250 berubah menjadi ZX-6R 636 hanya dengan bodi tiruan plug and play.

Magetan, KompasOtomotif - Nama pasangan suami istri, Eko Margono dan Ernawati beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial. Pasalnya, keduanya membeli sebuah motor Kawasaki Ninja 250 FI dengan uang recehan yang totalnya mencapai Rp 42 juta.

Eko dan Erna adalah warga yang tinggal di Dusun Godekan, Desa Taman Arum, Kecamatan Parang, Magetan, Jawa Timur. Di desanya, keduanya membuka usaha tempat penggilingan beras. Dari usaha inilah, keduanya akhirnya mampu membeli sebuah Ninja di sebuah diler di Ponorogo.

Dihubungi KompasOtomotif pada Jumat (10/11/2017), Erna menceritakan asal muasal niat untuk membeli Ninja. Semua bermula dari keinginan anak sulung laki-laki mereka saat pertama kali masuk SMP sekitar dua tahun lalu.

Baca juga : Inspirasi di Balik Pembeli Kawasaki Ninja Pakai Recehan

Saat itu, si sulung meminta dibelikan Ninja yang nantinya bisa dipakainya saat sudah mulai masuk SMA. Ia pula yang menyarankan kedua orang tuanya untuk mulai menyisihkan uang hasil jasa penggilingan beras.

"Anakku yang kepengen. Anakku yang punya inisiatif. (Kata dia) ini uang seribuan ditabung aja. Nanti kalau aku sudah besar dibelikan Ninja ya, bu," ujar Erna seraya menirukan ucapan sang anak.

Pasangan Eko Margono dan Ernawati yang membeli sebuah motor Kawasaki Ninja 250 Fi dengan uang tunai Rp 42 juta yang seluruhnya uang logam.Instagram kawasaki.life Pasangan Eko Margono dan Ernawati yang membeli sebuah motor Kawasaki Ninja 250 Fi dengan uang tunai Rp 42 juta yang seluruhnya uang logam.

Saat ini, anak sulung Eko dan Erna masih duduk di kelas II SMP. Dia tinggal di sebuah pondok pesantren yang ada di Magetan.

Meski anaknya baru akan menginjak bangku SMA sekitar 1,5 tahun lagi, Erna mengaku sengaja membelikan motornya lebih awal. Selain karena uang yang sudah terkumpul, ia tidak ingin rencana membeli Ninja berbenturan dengan kesibukan mengurus uang masuk sekolah.

"Saya belikan anak saya karena saya sudah pernah janji ke dia. Janji adalah utang," ucap Erna.

Baca juga : Recehan Pembelian Ninja di Ponorogo Ditukarkan ke Warung

Erna hanya tertawa saat ditanyakan mengenai peraturan bahwa pelajar SMA sebenarnya belum boleh berkendara. "Kalau di sini SMP sudah boleh," ujar dia, sambil tertawa.

PenulisAlsadad Rudi
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM