Tren Pelek Jari-jari yang Masih Dicari - Kompas.com

Tren Pelek Jari-jari yang Masih Dicari

Fachri Fachrudin
Kompas.com - 02/11/2017, 10:02 WIB
Toko aksesoris di bilangan Otista, Jakarta Timur, Rabu (1/11/2017).Fachri Fachrudin Toko aksesoris di bilangan Otista, Jakarta Timur, Rabu (1/11/2017).
Jakarta, KompasOtomotif - Sepeda motor saat ini kebanyakan sudah menggunakan model pelek palang, bak motor sport, bebek ataupun skutik. Alasannya, pelek palang lebih sporty dan minim perawatan. Tetapi, buat sebagian orang masih ada yang mencari pelek model jari-jari.
 
Bagi sebagian orang, pelek jari-jari membuat motor lebih enak untuk dipandang. Alasan lainnya, pelek jari-jari memiliki bobot yang jauh lebih ringan dibanding pelek palang yang biasanya lebih berat.
 
"Pakai pelek jari-jari, biar tampil beda kalau dilihat," ujar Wahyu, saat ditemui di salah satu toko aksesoris motor di bilangan Jalan Otista, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2017).
 
 
Wahyu mengaku sudah beberapa kali datang ke pusat aksesori motor ini untuk membeli pelek jari-jari. Pelek jari-jari sudah dipasangkan ke motor Honda CBR15 R miliknya. Kali ini, dia membeli pelek untuk motor Yamaha Vega milik koleganya.
 
Wahyu melanjutkan, bila punya paduan warna yang apik, pelek jari-jari akan tampak mencolok. Misalnya, lingkar pelek atau rim ring berwarna hitam, sementara jari-jarinya berwarna emas atau gold, paduan warna tersebut menimbulkan kesan mewah dan elegan.
 
Meskipun pelek jari-jari memiliki nilai tersendiri, namun jika ditinjau dari aspek kenyamanan maka lebih baik menggunakan pelek palang. "Kalau kenyamanan, lebih pakai pelek bintang (palang), lebih stabil karena lebih kuat, lebih berat," kata Wahyu.
 
Pelanggan tengah memilih pelek di salah  satu toko aksesoris motor di bilangan Otista, Jakarta Timur, Rabu (1/11/2017).Fachri Fachrudin Pelanggan tengah memilih pelek di salah satu toko aksesoris motor di bilangan Otista, Jakarta Timur, Rabu (1/11/2017).
 
Tak lagi gencar
Sementara Hengky, salah satu pegawai toko aksesories motor di bilangan Otista mengungkapkan bahwa pelek jari-jari tetap diminati meskipun penjualannya tidak segencar tahun lalu.
 
Ia mengatakan, jika dihitung rata-rata penjualan pelek jari-jari hanya sebanyak satu set atau dua set dalam sehari. Tahun lalu, tokonya bisa menjual lebih dari tiga set dalam satu hari.
"Udah enggak kencang (kurang pembelinya) kaya dulu-dulu," kata Hengky.
 
 
Hengky juga mengakui bahwa setiap konsumennya memiliki alasan tersendiri ketika memilih pelek jari-jari untuk dipasangkan di tunggangannya. Namun alasan yang paling umum adalah menjadikan motor lebih bergaya.

"Biar manis kalau dibandinkan pelek palang. Kalau alasan lebih ringan pelek jari-jari, selisih dikit saja, enteng-enteng dikit," kata dia.

PenulisFachri Fachrudin
EditorAzwar Ferdian
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM