Takata Akan Laporkan “Kebangkrutan” Bulan Ini - Kompas.com

Takata Akan Laporkan “Kebangkrutan” Bulan Ini

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 20/06/2017, 03:09 WIB
cochranfirmdc.com Salah satu fasilitas Takata Corp.

Washington, KompasOtomotif – Pemasok komponen inflator airbag asal Jepang, Takata, bakal mengajukan laporan kebangkrutan perusahaan, dan dilakukan paling lambat sampai akhir bulan ini. Ini menyusul recall besar-besaran produknya di industri otomotif, dan hampir melanda semua merek.

Mengutip Reuters, Jumat (16/6/2017) bersamaan dengan itu, Takata juga sedang mengusahakan dukungan finansial dari produsen suku cadang mobil Amerika Serikat, Key Safety System Inc. Proses kesepakatan antara keduanya sudah berlangung selama berbulan-bulan.

Pihak Bursa Tokyo mengatakan pada hari Jumat lalu, kalau mereka telah menghentikan perdagangan saham Takata, menyusul laporan media tentang persiapan pengajuan kebangkrutan. Pada penutupan bursa saham sebelumnya, Takata memiliki nilai pasar sebesar 360 juta dolar AS atau Rp 4,7 triliun.

Baca juga : Toyota “Recall” Empat Model di Indonesia

Takata sendiri telah mengaku bersalah dan membayar denda 1 miliar dolar AS atau Rp 13,2 triliun. Juri Agung federal pada Januari lalu, juga sudah mendakwa tiga mantan eksekutif Takata, karena kesalahan mereka berakibat pada hilangnya keamanan dan cacat produk.

Akuisisi

Sumber Reuters mengatakan, kalau Key Safety System (KSS) sesaat lagi akan mengakuisisi aset dari Takata melalui anak usaha baru, setidaknya sebelum pengumuman bangkrut. Perusahaan baru di bawah KSS tersebut nantinya bakal membeli operasi Takata seharga 1,6 miliar dolar AS atau Rp 21,2 triliun.

Baca juga : ”Recall” Honda Indonesia, Apakah Mobil Anda Masuk Daftar?

Sampai saat ini, Takata masih enggan berkometar terkait kabar tersebut. Begitupun yang dilakukan oleh KSS yang berbasis di Michigan, masih belum menanggapi pertanyaan para wartawan. Key sendiri dipilih Takata pada awal tahun ini sebagai pembeli favorit. Setelah itu, keduanya bekerja sama soal rencana restrukturisasi.

Pihak Departemen Kehakiman AS menyatakan kalau kecacatan inflator airbag Takata menyebabkan setidaknya 16 kematian, dan lebih dari 180 orang mengalami cedera di seluruh dunia. Secara total, kurang lebih ada 16 juta unit kendaraan bermotor yang terkena recall, termasuk mobil-mobil yang beredar di Indonesia. 

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Terkini Lainnya
Harapan Bus Tingkat Jadi Pilihan Transportasi Masyarakat
Harapan Bus Tingkat Jadi Pilihan Transportasi Masyarakat
News
Rossi Sebut Zarco Enggak Paham Cara Menyalip
Rossi Sebut Zarco Enggak Paham Cara Menyalip
Sport
Mesin EcoBoost Ford Menang Penghargaan Lagi
Mesin EcoBoost Ford Menang Penghargaan Lagi
Teknologi
Bus Tingkat Jurusan Baru, Bogor-Wonogiri
Bus Tingkat Jurusan Baru, Bogor-Wonogiri
Niaga
Takata Akhirnya Bangkrut
Takata Akhirnya Bangkrut
News
Mengenal Toyota Aygo Edisi Khusus
Mengenal Toyota Aygo Edisi Khusus
Produk
Ingat, Arus Balik Lebih Rawan Kecelakaan
Ingat, Arus Balik Lebih Rawan Kecelakaan
Feature
Kerasnya Perjuangan Arus Balik, Ini Antisipasinya
Kerasnya Perjuangan Arus Balik, Ini Antisipasinya
Feature
Prediksi Arus Balik Aman dari Menhub
Prediksi Arus Balik Aman dari Menhub
News
BMW X3 Meluncur dengan Paket Paling Bertenaga
BMW X3 Meluncur dengan Paket Paling Bertenaga
Produk
3 Hal yang Menurunkan Harga Jual Mobil Bekas
3 Hal yang Menurunkan Harga Jual Mobil Bekas
Feature
GPS Mobil Bikin Frustrasi?
GPS Mobil Bikin Frustrasi?
Feature
Auto2000 Selektif Pilih Konsumen
Auto2000 Selektif Pilih Konsumen
News
Konsumen Kia Paling Santai, Mitsubishi Paling 'Bawel'
Konsumen Kia Paling Santai, Mitsubishi Paling "Bawel"
News
BBM Kemasan Pertamina Laris Diserbu Pemudik
BBM Kemasan Pertamina Laris Diserbu Pemudik
News
Close Ads X