Jika Diproduksi Lokal, Suzuki Ignis Bakal ”Makin Ngeri” - Kompas.com

Jika Diproduksi Lokal, Suzuki Ignis Bakal ”Makin Ngeri”

Donny Apriliananda
Kompas.com - 18/06/2017, 16:05 WIB
KRISTIANTO PURNOMO Sales promotion girl berpose di samping Suzuki Ignis saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 7 Mei mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Jakarta, KompasOtomotif – Beberapa kali PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mendapat pertanyaan—bahkan menjurus ke tekanan—soal produksi lokal Ignis ketimbang harus impor langsung dari India. Soal ini, semua sudah dipikirkan SIS, tinggal menunggu stabilnya penjualan selama beberapa periode waktu.

Dijelaskan Donny Saputra, Direktur Pemasaran SIS, (16/6/2017), prinsipal dan SIS terus memantau dan memroyeksikan dalam enam bulan penjualan. Setelah itu, keputusan akan datang, apakah produksi lokal akan memenuhi skala ekonomi atau tidak.

”Itu pertama. Kedua, lokalisasi tidak serta-merta dilakukan. Kami harus memikirkan benefit tambahan. Karena secara kalkulasi awam, biaya pengiriman dan pajak impor akan hilang. Tambah ngeri nggak sih? Lebih canggih harusnya,” kata Donny.

Ketika benar diproduksi lokal, Donny memastikan bahwa perusahaan akan berpikir keras menambah fitur untuk kepuasan konsumen. Bisa bermacam-macam, dan nilainya mungkin bisa melebihi biaya pengiriman dan pajak impor.

Donny juga menegaskan, ketika perusahaan mulai memproduksi lokal kendaran yang sebelumnya sudah diimpor terlebih dahulu, harusnya harga bakal lebih murah, atau minimal sama, tapi mendapat keuntungan lebih.

Saat ini, SIS sudah mendapat kepastian akan memproduksi lokal Ertiga diesel hybrid. Soal waktu, Donny tak mau mengatakan detail, dan hanya memberi isyarat bahwa aktivitas ini sudah sangat dekat.

PenulisDonny Apriliananda
EditorAzwar Ferdian
Komentar