Antisipasi Hino Minimalisasi Kecelakaan Bus - Kompas.com

Antisipasi Hino Minimalisasi Kecelakaan Bus

Donny Apriliananda
Kompas.com - 16/06/2017, 08:02 WIB
Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) Terdapat 974 unit kendaraan DAMRI yang berbasis Hino.

Jakarta, KompasOtomotif – Belakangan, kita disuguhi dengan berita bus-bus yang celaka, terutama saat musim liburan. Pada umumnya, hal itu disebabkan kurangnya perawatan pada unit bus yang celaka. Hino tak menutup mata, dan ternyata mereka punya program untuk mengantisipasinya.

PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) via Direktur Pemasaran dan Penjualan Santiko Wardoyo, menyatakan bahwa hal ini sebenarnya menjadi langkah yang sangat panjang.

”Kami punya pelatihan untuk para driver, dan ini selalu kami tawarkan, khususnya kepada konsumen fleet,” kata Santiko dalam sebuah kesempatan di Jakarta, belum lama ini.

Santiko juga membocorkan sedikit, bahwa akan ada program besar pada Agustus 2017 nanti, berkaitan dengan pelatihan untuk para driver bus. Soal ini, informasi masih ditutup rapat.

Lebih detail lagi, Santiko juga mengatakan bahwa jika berbicara soal kecelakaan, kaitan eratnya memang servis. Itulah mengapa, HMSI punya program kontrak servis dan sudah didorong habis-habisan kepada para pemain truk dan bus Hino.

”Khususnya untuk mereka yang nggak punya armada terlalu banyak. Ya masak mereka punya lima mobil, mau punya mekanik sendiri? Kan boros nanti. Biasanya, yang sering terjadi, mekanik mereka itu satu, ya sopirnya itu sendiri. Betulin, bongkar sendiri,” kata Santiko.

Sistem kontrak servis itu memang sedang terus digalakkan HMSI demi armada bus dan truk yang sehat. Namun, kendalanya adalah biaya. Kontrak tahunan memang butuh biaya cukup besar, dan melalui proses perjanjian kerjasama.

”Biasanya perusahaan bilang murah (merawat armada) di pinggir jalan. Suku cadang juga murah, meski sebenarnya kami tidak menjamin, suku cadang yang beredar di bengkel pinggiran itu asli atau tidak,” kata Santiko.

Sistem kontrak servis demi mendapatkan unit bus dan truk yang ”sehat” dan meningkatkan keselamatan itu sudah dimulai HMSI sejak 2015. Edukasi terus dilakukan, dan hasilnya mulai banyak perusahaan otobus atau pemilik truk dalam jumlah besar menggunakan fasilitas ini.

PenulisDonny Apriliananda
EditorAgung Kurniawan
Komentar

Terkini Lainnya

Modal McLaren 720S Bertarung di Kelas 'Supercar'

Modal McLaren 720S Bertarung di Kelas "Supercar"

Produk
'Gatel Otomania' Sadarkan Perampas Fungsi Trotoar

"Gatel Otomania" Sadarkan Perampas Fungsi Trotoar

News
Rapor Mitsubishi Akhirnya 'Hijau' Pascaskandal Emisi

Rapor Mitsubishi Akhirnya "Hijau" Pascaskandal Emisi

News
Kubur Mimpi Honda Jazz Turbo

Kubur Mimpi Honda Jazz Turbo

News
Lexus Siapkan Dua Kejutan Agustus Mendatang

Lexus Siapkan Dua Kejutan Agustus Mendatang

News
Legenda Balap Motor, Angel Nieto Kecelakaan

Legenda Balap Motor, Angel Nieto Kecelakaan

Sport
Siapa yang Mau Honda Jazz Hybrid?

Siapa yang Mau Honda Jazz Hybrid?

News
Lexus Indonesia Mau Garap Mobkas

Lexus Indonesia Mau Garap Mobkas

News
“Wholesales” Lexus Paruh Pertama 2017 Melejit

“Wholesales” Lexus Paruh Pertama 2017 Melejit

News
Tipikal Konsumen McLaren di Indonesia

Tipikal Konsumen McLaren di Indonesia

News
Tiga Primadona Auto2000 pada Separuh Pertama 2017

Tiga Primadona Auto2000 pada Separuh Pertama 2017

News
SUV Lexus Masih Mendominasi Indonesia

SUV Lexus Masih Mendominasi Indonesia

News
Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Modifikasi
Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

News
Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar 'Hatchback'

Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar "Hatchback"

News
Close Ads X