2017, Diler Ducati Indonesia Bertambah Lima - Kompas.com

2017, Diler Ducati Indonesia Bertambah Lima

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 19/05/2017, 11:23 WIB
Ghulam Nayazri/KompasOtomotif Diklaim sebagai salah satu diler Ducati terbesar di dunia.

Jakarta, KompasOtomotif – Mengejar  volume penjualan tanpa diiringi dengan bertambahnya jaringan penjualan, servis dan ketersediaan suku cadang, bisa dikatakan hal yang mustahil. Inilah yang sedang diupayakan oleh Ducati di Indonesia.

Merek premium asal Italia ini, rencananya akan memperluas jaringannya di beberapa kota di Indonesisa, mulai dari Malang, kemudian ke Surabaya, Bali dan selanjutnya Medan. Semua diler ini memiliki fasilitas 3S (sales, service, dan spareparts).

“Bandung juga rencananya akan kami bisa realisasikan. Ini semua sudah masuk agenda 2017 dan dilernya juga memiliki fasilitas 3S,” ujar Dhani Yahya, Managing Director Ducati Indonesia, Selasa (18/5/2017).

Dhani melanjutkan, kalau diler yang dibangunnya juga tidak sebesar yang ada di Jakarta, jadi cukup sederhana. Walaupun begitu, dari sisi pelayanan kepada konsumen tetap sesuai dengan standar Ducati.

Diler Berusia Panjang

“Jadi kami biasa-biasa saja, sambil lihat potensi marketnya bagaimana. Kami bermain pelan tapi berkelanjutan pertumbuhannya. Jangan sampai ketika rekan kami sudah investasi besar-besar, tapi ternyata tidak sesuai harapan,” ujar Dhani.

Bagaimanapun, kata Dhani, terpenting adalah rencana bisnis dan mempelajari pasar. Ducati Indonesia, akan menghitung sangat cermat, dan berusaha agar diler yang sudah berinvestasi ini tidak cepat mati dan tutup.

“Kami akan memikirkan cermat bagaimana agar diler ini bisa berumur lama. Karena di industri otomotif itu harus seperti maraton, nafasnya harus panjang, jangan semua peluru ditembakkan semua, tapi setelah itu kehabisan nafas,” tutur Dhani.

“Jadi kami harus benar-benar komitmen di sini. Kami juga akan mencari partner yang bukan hanya baik dari sisi finansial, tapi juga memiliki passion di produk dan merek Ducati sendiri,” ucap Dhani.

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAgung Kurniawan
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X