CX-3 Mulai Katrol Penjualan Mazda di Indonesia - Kompas.com

CX-3 Mulai Katrol Penjualan Mazda di Indonesia

Donny Apriliananda
Kompas.com - 18/05/2017, 14:02 WIB
Aditya Maulana - KompasOtomotif Mazda CX-3

Jakarta, KompasOtomotif – Mazda CX-3 memberi sumbangsih signifikan untuk menyelamatkan Mazda dari keterpurukan di Indonesia. Setelah sempat drop gara-gara ganti agen pemegang merek, dua bulan pertama 2017, penjualan mereka bangkit lagi di level yang seharusnya, dua bulan terakhir.

Diolah dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), CX-3 langsung mengatrol penjualan pada periode Maret dan April. Sebelumnya, saat merek Mazda masih simpang-siur dengan masa transisi, Januari dan Februari, penjualan hanya menyentuh masing-masing 71 dan 38 unit.

Keyakinan konsumen mulai tumbuh lagi saat PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) take over tongkat estafet dari PT Mazda Motor Indonesia (MMI). Buktinya, penjualan pada Maret langsung melejit hingga 370 unit. Bulan lalu, masih berada di level yang sama, meski turun sedikit dengan 339 unit.

Kembali ke topik awal, bahwa CX-3 membawa angin segar. Maret misalnya, model crossover pesaing Juke dan HR-V yang dibanderol seharga X-Trail dan CR-V itu menyumbang 108 unit dari 370 unit total sebulan. April, terjual 78 unit dari total 339 unit.

Keyakinan Sales Marketing & Public Relations Director EMI Ricky Thio bahwa CX-3 bakal menggeser CX-5 sebagai tulang punggung kedua setelah Mazda2 kini menjadi nyata. Kendati demikian, CX-5 tetap menjadi salah satu primadona dengan penjualan 102 unit (Maret) dan 54 unit (April).

Mazda2 sudah biasa jadi pendulang penjualan terbesar. Maret 2017 lalu, model hatchback ini laku 113 unit, dan Maret 2017 dikirim 200 unik ke diler.

Secara garis besar, sebenarnya penjualan Mazda di Indonesia masih belum seperti performa terbaik seperti awal 2016 silam. Saat itu, euforia Mazda2, CX-5, dan Biante masih mendominasi.

Penjualan pada Januari dan Februari tahun lalu bahkan tembus 700-an unit, yang kemudian turun terus sampai hanya tinggal 200-an unit sebulan di akhir tahun.

PenulisDonny Apriliananda
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X