Penasaran Rasanya Naik ”Motor Murah” BMW? - Kompas.com

Penasaran Rasanya Naik ”Motor Murah” BMW?

Donny Apriliananda
Kompas.com - 17/05/2017, 17:32 WIB
Istimewa BMW G310R saat dites KompasOtomotif dan jurnalis lain di kaki Gunung Salak, Bogor.

Bogor, KompasOtomotif – Kehadiran motor murah BMW, G310R ke Indonesia cukup menarik perhatian. Inilah kali pertama merek premium asal Jerman itu menghadirkan motor ber-cc kecil, meski harus bekerjasama dengan TVS di India. Pertanyaannya, seperti apa rasanya naik naked bike ini?

KompasOtomotif menjawab tantangan BMW Motorrad Indonesia via test ride terbatas di kaki Gunung Salak, Bogor, akhir pekan lalu. Empat G310R disiapkan untuk dicoba bergantian via rute naik-turun nan menawan. Total jarak tempuh sekitar 30 km, cukuplah buat merasakan performa awal.

Soal desain, KompasOtomotif dan Otomania.com sudah habis membahasnya, bahkan sudah sampai ke topik persiapan diler, aksesori, hingga penjualan. Kesempatan tes dimanfaatkan maksimal untuk mengeksplor, apa saja yang bisa didapat konsumen saat membayar Rp 104 jutaan untuk motor ini.

Kesan awal, soal finishing, tak ada yang meragukan. Semua rapi, termasuk bagian-bagian wiring (pengabelan) yang tak mengganggu. Usai dielus-dielus sebentar, KompasOtomotif langsung naik ke joknya, dan ternyata tak jauh beda dengan motor-motor laki pada umumnya.

Istimewa Posisi duduk cocok untuk rata-rata rider Asia.
Pendek! Tinggi jok cuma 785 mm dilihat dari data teknis, dan ini sungguh nyaman buat orang Asia. KompasOtomotif yang bertinggi badan 172 cm bisa menapak dengan sempurna. Posisi duduk juga nyaman, karena tangki punya celah untuk jepitan paha.

Menariknya, jok tetap memberikan porsi yang baik untuk pantat, dipadu dengan busa yang cukup empuk. Setang tidak terlalu lebar, juga dibuat tinggi. Badan pun bisa cukup tegak saat duduk. Dari sini, terbayang sudah, kalau diajak jalan jauh, motor ini tak bakal bikin cepat capek.

Mesin ”Nyolot”
Saatnya riding. Mesin dinyalakan, suara mesin satu silinder keluar dari knalpot kurang meyakinkan. Tidak ada raungan khas, dan tergolong halus. Kalau ingin lebih menyalak, ganti paketan knalpot dengan produk aftermarket, ledakan mesin akan lebih terasa.

Sedikit kaget saat melepas tuas kopling dan memutar handel gas, motor langsung loncat. Ibarat binatang, G310R seperti macan kumbang yang siap lepas dari jeratnya. Saat membuka handel gas lebih dalam, tarikan spontan benar-benar mengejutkan, seolah dia ingin lari sekencang mungkin.

Tak sabar rasanya dibawa lebih jauh. Apakah impresi awal ini bertahan saat digeber dengan penambahan kecepatan? Simak terus!

PenulisDonny Apriliananda
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM