Setelah Tandingi Prius, “Hybrid” Nissan Sasar Pasar Global - Kompas.com

Setelah Tandingi Prius, “Hybrid” Nissan Sasar Pasar Global

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 16/05/2017, 16:04 WIB
Carscoops Nissan Note e-Power, teknologi hybrid terbaru Nissan.

Shanghai, KompasOtomotif - Sistem hibrida terlaris Nissan Motor hampir tidak dikenal namanya di luar Jepang. Namun, hal ini mungkin akan berakhir, karena Nissan bertekad, setelah mengalahkan Toyota Prius di dalam negeri, mereka akan segera menantang Toyota Prius di luar negeri.

Nissan memperkenalkan rangkaian hibrida jarak jauh “e-Power” pada November 2017 lalu di Jepang sebagai opsi powertrain untuk hatchback subkompak Note, di mana dijual di Amerika Serikat sebagai Versa Note.

Dalam persaingan hibrida di Jepang, e-Power telah membawa kejutan dan respon masyarakat melejit. Penambahan opsi mesin tersebut, melambungkan Note ke puncak grafik penjualan di Jepang pada Januari 2017, menandingi saingannya Prius, yang menggendong sttus pembawa standar hibrida Jepang dan salah satu merek terlaris di Jepang.

Carscoops Nissan e-Power.

Ekspansi Luar Negeri

Setelah dianggap cukup berhasil di dalam negeri, Nissan sekarang berpikir bisa meniru kesuksesan Prius itu di luar negeri atau di pasar global.

"Ini adalah teknologi yang benar-benar bisa cocok juga di luar Jepang, tentunya di semua pasar utama. Kami berpikir untuk bergerak maju lebih cepat pada elektrifikasi, tidak hanya pada EV (electric vehicle) murni, tapi juga teknologi e-Power ini," ujar ," kata Daniele Schillaci, Wakil Presiden Eksekutif Nissan, mengutip Autonews, Selasa (16/5/2017).

Sistem hemat bahan bakar yang digunakan mirim dengan Chevrolet Volt. Pada varian Note e-Power, mesin 1,2 liter tiga silinder berfungsi sebagai generator listrik, yang mengisi baterai lithium ion. Baterai kemudian menyalakan motor listrik, yang selanjutnya memutar roda.

Namun tidak seperti Volt, Nissan e-Power tidak bisa diisi listrik dari secara eksternal (plug-in). Sistem ini menghemat bahan bakar, karena mesin terus beroperasi untuk menghasilkan listrik, bukannya menyala seperti mesin konvensional untuk menggerakkan roda.

Schillaci tidak memberikan rincian tentang kemungkinan rencana pengenalan di luar negeri. Namun, dirinya yakin bahwa keuntungan e-Power tidak akan hilang ketika mulai di lempar ke pasar global. "Ketika sebuah teknologi berhasil, wajar bagi kita semua untuk mencari sesuatu yang sedikit lebih luas,” ucap Schillaci.

Carscoops Tiga perbedaan cara kerja teknologi mesin ramah lingkungan Nissan.

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM