Mengenal Teknologi “xDrive” Milik BMW - Kompas.com

Mengenal Teknologi “xDrive” Milik BMW

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 14/05/2017, 10:02 WIB
Ghulam/KompasOtomotif Pengujian xDrive di salah satu model BMW seri X.

Jakarta, KompasOtomotif – Urusan teknologi, masing-masing merek memiliki platform andalannya masing-masing, seperti salah satunya produk BMW dengan sistem penggerak empat rodanya xDrive. Bagi yang belum mengenalnya, pihak BMW Indonesia coba secara singkat memberikan informasinya.

Tami Notohutomo, Product Planning Manager mengatakan, xDrive yang dimiliki BWM bisa membagi torsi bervariasi untuk menghasilkan traksi sempurna setiap saat, untuk keempat rodanya. Sistem ini bisa mendeteksi secara otomatis, di roda mana diperlukan traksi.

“Jadi ketika ada hilang traksi di tiga roda mobil, depan bagian kanan dan dua pada bagian belakang, maka 100 persen traksinya akan diarahkan pada roda depan bagian kiri. Jadi satu ban itu yang akan menarik mobil atau menolong tiga roda yang selip,” ujar Tami, Sabtu (13/5/2017).

Tami melanjutkan, kalau pendeteksian tersebut dilakukan otomatis tanpa melakukan pengaturan apapun, dan ini yang membuatnya disebut sebagai Intelligent All-wheel Drive. Jadi kendaraan sudah bisa mengetahui dan menyelesaikan sendiri masalahnya.

“Lebih itu, teknologi xDrive yang digunakan pada beberapa model BMW, juga bisa membuat mobil tidak mengalami oversteer atau melintir ketika melalui belokan (untuk penggunaan jalan aspal),” ucap Rami.

Manfaat

Teknologi penggerak empat roda BMW xDrive ini, pertama kali diperkenalkan di Frankfurt International Motor Show tahun 1985 atau 32 tahun lalu. Dari informasi resmi, BMW xDrive juga dilengkapi dengan double disc clutch, di mana hanya memerlukan beberapa mili-detik untuk mendistribusikan torsi ke roda depan dan belakang secara merata.

Torsi  didistribusikan secara langsung dan terus-menerus, untuk menyesuaikan situasi berkendara. Pada kondisi eksrim, tenaga dapan didistribusikan ke salah satu as roda, untuk membantu pengendara keluar dari lintasa  sulit.

Kemudian, teknologi ini memastikan ban memiliki cengeraman kuat ketika melalui jalan licin, tanpa mengrangi sensasi berkendara dengan penggerak roda belakang.

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAzwar Ferdian
Komentar

Terkini Lainnya

Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Modifikasi
Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

News
Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar 'Hatchback'

Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar "Hatchback"

News
Auto2000 Resmikan Tiga Cabang Baru

Auto2000 Resmikan Tiga Cabang Baru

News
Kupas 'Coupe' Sport Lexus LC500

Kupas "Coupe" Sport Lexus LC500

Produk
Lexus LC500 Akhirnya Meluncur di Indonesia

Lexus LC500 Akhirnya Meluncur di Indonesia

News
McLaren 720S Sudah Dipesan para Miliarder Indonesia

McLaren 720S Sudah Dipesan para Miliarder Indonesia

News
Honda Jazz 'Facelift' Lebih Mahal Rp 6 Juta

Honda Jazz "Facelift" Lebih Mahal Rp 6 Juta

Produk
McLaren Meluncurkan Generasi Kedua 720S di Jakarta

McLaren Meluncurkan Generasi Kedua 720S di Jakarta

Produk
Honda Bikin Jazz Jadi Lebih Segar

Honda Bikin Jazz Jadi Lebih Segar

Produk
Mazda CX-8 Tantang CR-V 7-Penumpang Tahun ini

Mazda CX-8 Tantang CR-V 7-Penumpang Tahun ini

News
Motor Bebek Malaysia Mau Adu Nasib di Indonesia

Motor Bebek Malaysia Mau Adu Nasib di Indonesia

News
BMW Motorrad Cetak Rekor Jualan Paruh Pertama 2017

BMW Motorrad Cetak Rekor Jualan Paruh Pertama 2017

News
Pasar Mobil Malaysia Tumbuh 1,7 Persen Akhir 2017

Pasar Mobil Malaysia Tumbuh 1,7 Persen Akhir 2017

News
Bahas Desain Lampu Revolusioner Mitsubishi Expander

Bahas Desain Lampu Revolusioner Mitsubishi Expander

News
Close Ads X