Larangan Bus Masuk Puncak Belum Permanen - Kompas.com

Larangan Bus Masuk Puncak Belum Permanen

Stanly Ravel
Kompas.com - 05/05/2017, 18:37 WIB
Dok Polres Magelang Bus pariwisata juruan Yogyakarta - Kopeng Kabupaten Semarang kecelakaan di kawasan Pakis Kabupaten Magelang, Senin (26/12/2016) sore. Sekitar 41 penumpang mengalami luka-luka.

Jakarta, KompasOtomotif - Akibat kecelakaan dua bus pariwisata pada dua kali libur panjang di April lalu, akhirnya pihak Polres Bogor memasang papan yang melarang kendaraan enam roda atau lebih melintas di Jalan Raya. Hal ini pun mendapat respon negatif dari Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI).

Baca : Aturan Larangan Bus Masuk Puncak, Terkesan Panik

Menurut Kurnia Lesani Adnan selaku ketua IPOMI, larangan tersebut sangat tidak masuk akal bila diterapkan untuk angkutan penumpang, harusnya justru infrastruktur yang diperbaiki.

Menaggapi hal ini, Pandu Yunianto, Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan atas dasar inisiatif Polres Bogor, belum menjadi peraturan tetap.

"Saya sudah kordinasikan dengan Kakorlantas dan Jasa Marga, ternyata itu hanya inisiatif dari Polres Bogor dan sampai saat ini kami belum menetapkan itu jadi larangan baru,"ucap Pandu saat dihubungi KompasOtomotif, Jumat (5/5/2017).

Baca : Dilarang Masuk Puncak, Ini Kata Pengusaha Bus


Bila ingin dipermanenkan, lanjut Pandu, maka namanya jalan nasional harus diusulkan lebih dulu ke Menteri. Hal tersebut berguna agar dasar hukum larangannya jelas.

"Yang harusnya menetapkan itu Menteri atau Dirjen, tapi sampai saat ini memang kami belum menetapkan (jadi permanen). Kalau itu sifatnya sementara, berarti masuk dalam manajemen operasioanl yang dilakukan Polisi, tapi dalam penetapannya harus ada petugas di lapangan," ujar Pandu.

PenulisStanly Ravel
EditorAgung Kurniawan
Komentar

Terkini Lainnya

Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Modifikasi
Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

News
Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar 'Hatchback'

Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar "Hatchback"

News
Auto2000 Resmikan Tiga Cabang Baru

Auto2000 Resmikan Tiga Cabang Baru

News
Kupas 'Coupe' Sport Lexus LC500

Kupas "Coupe" Sport Lexus LC500

Produk
Lexus LC500 Akhirnya Meluncur di Indonesia

Lexus LC500 Akhirnya Meluncur di Indonesia

News
McLaren 720S Sudah Dipesan para Miliarder Indonesia

McLaren 720S Sudah Dipesan para Miliarder Indonesia

News
Honda Jazz 'Facelift' Lebih Mahal Rp 6 Juta

Honda Jazz "Facelift" Lebih Mahal Rp 6 Juta

Produk
McLaren Meluncurkan Generasi Kedua 720S di Jakarta

McLaren Meluncurkan Generasi Kedua 720S di Jakarta

Produk
Honda Bikin Jazz Jadi Lebih Segar

Honda Bikin Jazz Jadi Lebih Segar

Produk
Mazda CX-8 Tantang CR-V 7-Penumpang Tahun ini

Mazda CX-8 Tantang CR-V 7-Penumpang Tahun ini

News
Motor Bebek Malaysia Mau Adu Nasib di Indonesia

Motor Bebek Malaysia Mau Adu Nasib di Indonesia

News
BMW Motorrad Cetak Rekor Jualan Paruh Pertama 2017

BMW Motorrad Cetak Rekor Jualan Paruh Pertama 2017

News
Pasar Mobil Malaysia Tumbuh 1,7 Persen Akhir 2017

Pasar Mobil Malaysia Tumbuh 1,7 Persen Akhir 2017

News
Bahas Desain Lampu Revolusioner Mitsubishi Expander

Bahas Desain Lampu Revolusioner Mitsubishi Expander

News
Close Ads X