Scrambler Harian ala Suzuki Thunder 250 - Kompas.com

Scrambler Harian ala Suzuki Thunder 250

Stanly Ravel
Kompas.com - 02/05/2017, 09:43 WIB
Stanly/KompasOtomotif Motor Kustom Suzuki Thunder 250 di IIMS 2017


Jakarta, KompasOtomotif - Bosan melihat deretan mobil dan sepeda motor baru di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017, coba palingkan langkah ke Hall B, JIExpo Kamayoran. Di sana Anda akan melihat jejeran motor kustom dari beragam aliran serta builder lokal.

Salah satu yang menarik adalah Suzuki Thunder 250 karya DiemazMotor. Dengan ubahan ala scrambler, Diemaz sukses mengemas motor lansiran 2005 ini menjadi lebih sedap dipandang.

Proses pengerjaan dilakukan dengan menguban sektor rangka. Seperti biasa agar tidak kepanjangan, buntuk belakang sedikit disunat, yang kemudian dilanjutkan dengan pembentukan tangki serta jok lengkap dengan dudukan baru pada buritan yang digarap secara handmade.

Stanly/KompasOtomotif Tampil rapih dengan ubahan setengah rangka serta beberapa sentuhan handmade

"Rangka kita kustom setengah (half frame), dari tengah ke depan masih original, belakangnya tidak. Tangki dan jok juga kustom, bungku jok saya pakai doofleathers coklat biar tidak cepat kotor," ucap Diemaz saat berbincang dengan KompasOtomotif di JIExpo Kemayoran, Senin (1/5/2017).

Selain rangka, perubahan juga dilakukan pada bagian kaki-kaki dan sektor handelbar yang dibuat lebih kokoh. Diemaz memilih sok aftermarket Byson, yang dikombinasikan dengan setang lebar khas scrambler lengkap dengan piranti aksesori lain, seperti lampu utama dan grip dari B-rock, kaca spion milki Zelioni yang akrab di gunakan pada Vespa, sampai speedometer klasik keluaran KTC.

Baca : Kolaborasi Tiga "Builder" Bangun Motor "Kustom" di IIMS 2017

Sedangkan untuk peredam kejut belakang menggunakan sok keluaran YSS tanpa mengubah dudukan menjadi monoshock. Kesan tangguh dihadirkan melalui penggunaan pelek jari-jari keluaran TK Racing yang memiliki diameter 18 inci dan dibungkus ban enduro dari Metzeler.

Stanly/KompasOtomotif Pernak-pernik aftermarket ikut diterapkan sebagai penunjang tampilan.

"Konsepnya memang scrambler, tapi saya bikin ke arah daily use, artinya ini motor masih bisa dan nyaman digunakan sehari-hari. Kelengkapan lampu dan sein tetap ada. Untuk kesulitan paling hanya repot dalam urusan kabel, karena semua kabel kita masukkan ke dalam rangka agar rapih," papar Diemaz.

Terakhir urusan performa, menurut Diemaz untuk mesin sampai saat ini masih standar. Supaya terlihat bersih dan menyingkirkan noda oli atau kotoran lainnya, maka blok silinder head dan tengah dibersihkan menggunakan dengan pasir menggunakan metode sandblast.

Stanly/KompasOtomotif Konsepnya masih nyaman untuk digunakan harian.

Hasilnya bisa dilihat sendiri, blok seperti baru dari pabrik, tidak ada kotoran atau noda satu pun yang melekat. Sedangkan untuk membuat suaranya makin kuat, diberikan knalpot kustom yang digarap sendiri oleh Diemaz.

"Total dana modifikasi hampir sekitar Rp 50 jutaan, itu untuk semua parts hingga jadi seperti ini. Proses pengerjaan dari awal itu hampir dua bulan lebih," kata Diemaz.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisStanly Ravel
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM