Bagaimana Rasanya Menanjak Ekstrem dengan Ayla 1.2 A/T? - Kompas.com

Bagaimana Rasanya Menanjak Ekstrem dengan Ayla 1.2 A/T?

Donny Apriliananda
Kompas.com - 26/04/2017, 18:03 WIB
KompasOtomotif-Donny Apriliananda Daihatsu Ayla 1.2L di kawasan Ciwidey, Bandung.

Bandung, KompasOtomotif – Setelah puas menikmati sajian interior New Ayla 1.2L R Deluxe, kesempatan lain yang diberikan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dalam media test drive di Ciwidey, Bandung, belum lama ini, adalah menikmati sensasi berkendara.

10 mobil disiapkan untuk media, masing-masing diisi empat orang, dan tentu, muatan bagasi cukup penuh sampai kompartemen atas. Agak ragu juga membawa Ayla baru ini menanjak, dari Stasiun Bandung menuju kawasan Rancabali, Situ Patenggang, Ciwidey, sebagai lokasi finish.

KompasOtomotif langsung duduk di balik kemudi, merasakan sensasi mesin 3NR-VE 1.200 cc Dual VVT-i transmisi otomatis 4-percepatan. Agak berat untuk tarikan awal, butuh injakan ekstra pada pedal gas. Torsi baru terasa ketika jarum RPM meter menunjukkan angka di atas 2.500.

Baca: Mencoba Intim dengan Ayla 1.2 Tipe Tertinggi

Ternyata ini ada alasannya. Menurut Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM, hal tersebut adalah efek dari penggunaan drive by wire (sensibilitas gas tanpa kabel). Komputer akan menahan semburan tenaga dan torsi sampai mencapai titik efisien.

”Agak panjang (tarikannya) tapi memang itu konsepnya. Mau pilih mana? Kan maunya KBH2 irit bahan bakar, jadi tidak langsung disemprot di awal. Bisa saja diborosin, semprot banyakin. Tapi ini saja nanjak sudah bagus kok, mau powerful bisa dibikin, tapi tujuannya agal lebih irit (BBM),” kata Amelia.

Baiklah. Artinya, tarikan berat di awal adalah konsekuensi dari tuntutan penggunaan bahan bakar yang irit. Lagipula, untuk pengendaraan di dalam kota, rasanya sudah cukup. Tinggal bagaimana kita harus agak tega menginjak pedal gas untuk mencari putaran mesin yang sesuai.

KompasOtomotif-Donny Apriliananda Tarikan agak berat di awal, sebagai kompensasi irit BBM.
Tanjakan
Ucapan Amelia justru membuat KompasOtomotif jadi makin penasaran. Apakah Ayla 1.2L siap diajak nanjak ekstrem? Kesempatan itu pun datang saat jalanan menuju Ciwidey cukup terjal dan berkelok.

Sensasinya sama, harus menginjak pedal gas lebih dalam, tapi pada intinya, mobil masih terbilang cukup ”penurut” untuk diajak menanjak. KompasOtomotif menggunakan mode ”3” dan ”2” pada tuas transmisi untuk mendapatkan torsi lebih cepat ketika menanjak. Raungan mesin pun lebih terasa.

Ingat, pengendaraan dilakukan dengan penumpang dan barang penuh. Akan lebih ringan ketika kita mengajak Ayla naik-naik hanya dengan keluarga kecil dengan anak-anak.

Beda lagi ceritanya ketika mencoba tipe yang sama, namun menggunakan transmisi manual. Kontrol torsi dan tenaga masih bisa dilakukan dengan penggunaan gigi yang sesuai, dan kegiatan menanjak pun bisa dilakukan lebih santai.

Stabilitas
Beruntung, kenyamanan dari dalam kabin lebih terasa berkat karakter suspensi yang lebih stabil. Daihatsu menambahkan peranti kestabilan pada suspensi dan sasis untuk tipe bermesin 1.200 cc.

Spring rate pada suspensi diubah, efeknya jadi sedikit lebih keras. Tapi konsekuensi positif yang dirasakan adalah manuver yang lincah. Beberapa kali ”menghajar” lubang kecil, tingkat redaman suspensi masih tergolong nyaman.

Rasanya, buat keluarga kecil, performa Ayla 1.2L sudah cukup. Meski statusnya adalah mobil kota, ketika diajak bepergian masih bisa diandalkan.

PenulisDonny Apriliananda
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM